Azis Dikabarkan Jadi Tersangka Korupsi, Sufmi Dasco: Tunggu Info Resmi KPK

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta,  LiraNews – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti mengenai hal tersebut.
“Saya belum tahu perkembangan dari Pak Azis apakah datang atau tidak. Pagi ini saya belum dapat kabarnya nanti saya cek,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (24/9/2021).

Read More
banner 300250

Dasco menyatakan, beberapa hari lalu pada saat rapat paripurna, Azis Syamsuddin meminta untuk mengikutinya secara virtual.

“Saya komunikasi beberapa hari lalu pada saat paripurna. Pak Azis menyatakan akan ikut secara virtual saja,” ujar Dasco.

Dasco pun enggan mengomentari lebih jauh soal penetapan Azis sebagai tersangka.

Dasco memilih untuk menunggu pengumuman resmi dari KPK.

“KPK kan belum ada statement resmi. Nah ini kita serahkan proses-proses ini sesuai dengan prosedur yang berlaku, jangan kita berandai-andai,” ucap Dasco.

Dirinya juga tak mau berandai-andai soal pergantian terhadap Azis dari posisi Wakil Ketua DPR RI.

Menurut Dasco, hal itu merupakan urusan internal partai.

“Itu diserahkan kepada partai kalau memang ada,” kata Dasco.

Dasco menegaskan DPR RI tidak akan mengintervensi proses hukum di KPK.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini memastikan DPR RI akan tetap bekerja sebagaimana mestinya.

“Kita kemudian menganut asas praduga tak bersalah, jadi sebelum inkrah kita jangan berandai andai dan pertanyaannya juga jangan kemudian DPR terganggu atau tidak,” pungkas Sufmi Dasco Ahmad.

Sebagai informasi, rapat paripurna DPR terakhir kali digelar pada Selasa (21/9). DPR saat itu menggelar rapat paripurna untuk pengambilan keputusan calon anggota BPK-Hakim Agung.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Azis dipanggil untuk diperiksa penyidik KPK hari ini.

Pemanggilan itu dibenarkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Dia mengatakan penyidik memanggil Azis terkait kepentingan penyidikan.

Related posts