Kuasa Hukum Saremben Pertanyakan Keabsahan Sertifikat Jaminan Fidusia PT Adira Finance

Luwu Timur, LiraNews— Usai gelar perkara dugaan penggelapan dan penipuan dengan terlapor Mahmuddin dan Amiruddin, karyawan PT Adira Dinamika Multifinance, kuasa hukum Saremben, Irsyad Djafar, S.H, ragukan sertifikat fidusia.

Keterangan yang disampaikan penyidik saat gelar perkara tersebut, tanpa disertai keterangan atau pemeriksaan saksi Notaris pembuat akta fidusia.

” Penyidik wajib hukumnya, memeriksa keabsahan akta fidusia, untuk itu perlu dimintai keterangan Notaris pembuat akta. Penyidik dapat memastikan jika akta tersebut dibuat dihadapannya, sebab sesuai asas dan kepatuhan sebagai seorang notaris perlu mengetahui kedua pihak yang melakukan perikatan,” kata Irsyad.

Lebih lanjut, pihak pelapor merasa keberatan atas surat kuasa yang menurut keterangan saksi dari PT Adira, bahwa dirinya (Saremben, red) menyetujui dan menandatangani kuasa pembuatan akta fidusia.

“Keterangan klien kami (Saremben), kalau dirinya tidak pernah tahu bahkan menandatangani kuasa itu, jadi perlu diuji surat kuasa itu,” jelas Irsyad.

“Sepatutnya jika ada kuasa agar dapat dilaksanakan secara otentik atau dihadapan notaris sehingga memenuhi kaidah pelimpahan kewenangan dari yang beri kuasa ke penerima kuasa,” terangnya. LN-IDe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *