Adang Daradjatun: Yasonna Harus Belajar Dari Kasus Analogi Priok dan Menteng

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menyarankan, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan komentar dan analogi, terlebih dirinya merupakan seorang pejabat publik.

Hal tersebut disampaikan Adang kepada para awak media melalui Siaran Pers, Kamis (23/1/2020)

Adang berharap, protes warga Tanjung Priok dapat menjadi pelajaran berharga bagi Yasonna Laoly.

“Penggunaan analogi anak Menteng dan Tanjung Priok sesungguhnya terkait kepantasan dan etika seorang pejabat di ruang publik. Sebuah pesan tidak bisa bebas nilai dan makna seperti di ruang hampa, harus memperhatikan sejumlah kearifan lokal yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Sebagai Anggota DPR RI yang banyak berinteraksi dengan warga Tanjung Priok, Adang melihat analogi yang disampaikan oleh Yasonna Laoly sebagai bentuk penyamarataan kondisi dan situasi (stereotyping).

“Padahal sejatinya realita yang terjadi tidak seperti apa yang dipersangkakan,” ujar mantan Calon Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sebagai wakil rakyat yang sudah tiga periode mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta III, di mana Tanjung Priok ada didalamnya, Adang berpendapat, Tanjung Priok sebagai daerah penyangga aktivitas ekonomi pelabuhan, ekologi masyarakat yang ada di dalamnya beragam.

“Namun demikian inklusivitas dan ikatan sosial antar warga kuat. Terlebih dalam banyak kesempatan mereka berinteraksi satu sama lain,” sambungnya.

Meskipun terlambat, Adang merasa bersyukur Menkumham memberikan permohonan maafnya kepada masyarakat Tanjung Priok.

“Kita bersyukur bahwa Menkum HAM sudah menyampaikan permohonan maaf, meski terlambat saya berharap bahwa ini menjadi momentum bagi semua pejabat publik untuk tekun serta serius dalam menerapkan nilai-nilai etika” tutur mantan Wakapolri ini.

Sebagai Informasi pernyataan Yasonna menjadi persoalan saat ucapannya dalam acara ‘Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)’ di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020) lalu.

Dalam sambutannya Yasonna membandingkan, antara kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara dengan Menteng Jakarta Pusat. Tanjung Priok banyak melahirkan tindak kriminal karena tingkat perekonomian yang miskin, sedangkan hal sebaliknya terjadi di kawasan pemukiman Menteng.

Pernyataan tersebut membuat sejumlah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, berdemonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan RA Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutkan kawasan Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60