Agresi Israel Terhadap Palestina, BKSAP DPR RI Keluarkan 7 Poin Sikap

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melakukan konferensi pers Launching Joint Statement Parlemen-Parlemen Dunia sebagai perwujudan sikap atas kekerasan yang terjadi di Palestina, khususnya Jalur Gaza saat ini.

Kegiatan yang merupakan inisiatif dari BKSAP DPR RI ini berlangsung di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (19/5/2021).

Ketua BKSAP Fadli Zon dalam sambutannya menyatakan, konferensi pers ini adalah sebuah bentuk solidaritas dan keprihatinan Parlemen Indonesia terkait dengan aksi brutal dan aksi bar-bar dari Israel kepada rakyat Palestina yang telah memasuki pekan kedua.

“Jadi di saat kita sekarang ini sedang berbicara pun dan kita menyaksikan aksi bombardir dari Israel ini terus berlangsung dan dari data yang kita terima sudah 217 warga Palestina yang wafat, Insya Allah sakitnya termasuk di antaranya adalah 61 anak-anak per 18 Mei,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Atas nama Pimpinan BKSAP, Fadli menyampaikan dua hal.

“Pertama kembali dan akan terus mengutuk tindakan Israel tersebut dan mengupayakan berbagai hal yang terkait dengan diplomasi parlemen di forum-forum internasional dan kami juga menggalang solidaritas itu,” beber Fadli.

Fadli mengaku, pihaknya sangat kecewa dan sangat menyesalkan pasca pertemuan level menteri OKI dan Dewan Keamanan PBB beberapa hari lalu ternyata belum bisa menghentikan aksi brutal Israel.

“Kita melihat urgensi dari extraordinary action yang dilakukan secara global kita belum menemukan titik terang, jadi aksi kekerasan, pembunuhan yang berlangsung dan sebagainya itu masih tidak bisa dihentikan. Termasuk oleh komunitas global dunia internasional, melalui lembaga-lembaga yang tersedia,” papar Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Fadli pun mengungkapkan, sejak konflik memanas jelang Idul Fitri lalu, Israel telah melakukan provokasi melalui penggusuran paksa terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur.

“Tentu saja warga Palestina berusaha untuk mempertahankan diri, tetapi kemudian dibalas dengan aksi-aksi di Jalur Gaza,” tutur Fadli.

Oleh karenanya, sebut Fadli Zon, BKSAP menyampaikan 7 poin sebagai suatu sikap tegas atas agresi Israel ke wilayah Palestina.

“1. Mengutuk keras aksi brutal Israel dan keselamatan warga Palestina sebagai prioritas utama,

2. Mendesak dewan keamanan PBB secepatnya mengambil langkah konkrit untuk menghentikan aksi brutal dan pelanggaran oleh Israel situasi saat ini merupakan momentum bagi PBB menegakkan hukum- hukum internasional terkait konflik Palestina-Israel, karena jelas sekali Israel dalam hal ini, telah melanggar sejumlah hukum internasional yaitu resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB sendiri,

3. Menilai normalisasi hubungan dengan Israel jelas merupakan bukan langkah yang positif, justru kita menghimbau, dunia internasional meninjau ulang, beruntunglah Indonesia tidak mempunyai hubungan dengan Israel dan juga kita menghimbau negara-negara yang mempunyai hubungan harus mempunyai tekanan kepada Israel untuk menghentikan aksi aksi brutal tersebut,

4. Menilai kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam mengambil tindakan tegas terhadap Israel, tentu saja dapat mengurus kredibilitas PBB dan terdapat urgensi mendesak untuk memperkuat peran PBB agar lebih demokratis dan independen serta berwibawa.

5. Israel sangat keras kepala dan kebal terhadap kecaman, perlu diambil langkah nyata dan sungguh-sungguh untuk menghentikan arogansi Israel itu, antara lain dengan pengiriman penjaga perdamaian internasional ke zona konflik di bawah bendera PBB, petisi internasional anti zionis Israel dan mengefektifkan Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel yang juga dilakukan oleh sejumlah negara,

6. Urgensi konsolidasi dukungan politik terhadap Palestina untuk menjaga harapan pendirian negara Palestina yang berdaulat, demokratis, dan layak

7. Mendesak realisasi, rekonsiliasi, dan persatuan Bangsa Palestina,” urai Fadli.

Lebih lanjut, Fadli Zon pun mengatakan, di organisasi yang menghimpun para anggota parlemen tersebut dan di seluruh dunia yang mendukung Palestina, sebagai Wakil Presiden dari Liga Parlemen dunia, dirinya 2 poin penting pernyataan di pertemuan darurat yang dilakukan secara virtual pada tanggal 15 Mei 2021 lalu.

“Kedua poin pernyataan itu adalah: mendesak negara-negara muslim memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dan mendesak membawa Benjamin Netanyahu ke pengadilan pidana internasional sebagai penjahat perang,” pungkas Fadli Zon. LN-RON

Related posts