Akademisi Paramadina: Kerukunan Beragama di Indonesia Model Ideal Bagi Negara Lain di Dunia

JAKARTA – Akademisi dari Universitas Paramadina, Dr Budhi Munawar Rachman menilai Indonesia bisa menjadi contoh dan model ideal bagi negara-negara di dunia dalam hal kerukunan dan toleransi atas keberagaman sosial keagamaan.

“Indonesia menjadi contoh yang amat berguna bagi beberapa negara yang disebut mengalami kegagalan dalam membina keberagaman, seperti Uni Soviet, Yugoslavia, bahkan Timur Tengah,” kata Budmi dalam diskusi “Evaluasi Akhir Tahun Bidang Sosial Keagamaan” yang digelar Universitas Paramadina, Jakarta pada Senin (11/12/2023).

Read More
banner 300250

Diskusi yang dimoderatori oleh Dhea Meghatruh itu, menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Ihsan Ali Fauzi, MA. (Direktur PUSAD Universitas Paramadina), Dr. Herdi Sahrasad (Dosen Magister Ilmu Agama Universitas Paramadina), serta Dr. M. Subhi Ibrahim (Kaprodi Magister Ilmu Agama Universitas Paramadina).

Budhi Munawar menjabarkan lima isu yang membuat Indonesia patut dicontoh negara-negara di dunia dalam membangun toleransi keberagaman sosial keagamaan.

Pertama, Isu Keragaman Agama. Budhi menyebut Indonesia berhasil mengelola keragaman agama dengan relatif damai.

“Pentingnya toleransi dan dialog antar agama menjadi kunci untuk mencapai harmoni dalam masyarakat yang beragam,” tandas Budhi.

Kedua, kebebasan beragama. Menuru Budhi, masalah kebebasan beragama di Indonesia sangat baik meskipun terjadi beberapa insiden di Bireun dan Jambi, namun evaluasi dilakukan untuk menilai apakah masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaan mereka tanpa hambatan signifikan.

Ketiga, hubungan agama dan negara. kata Budhi, hal ini mencakup peran pemerintah dalam mengelola kehidupan keagamaan. Apakah mendukung toleransi antar agama, melindungi kebebasan beragama, dan menjaga keseimbangan antara agama-agama yang berbeda.

Keempat, toleransi antar agama. Dalam hal ini tingkat toleransi antar agama dalam masyarakat. Temasuk upaya promosi dialog antar agama, pencegahan konflik antar agama, dan penghormatan thd perbedaan keyakinan.

Kelima, isu pendidikan keagamaan. Artinya, Indonesia cukup efektif membangun pendidikan keagamaan, apakah memberikan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai toleransi dan kerjasama antar agama.

“Meski konflik dapat berasal dari kurangnya pemahaman terhadap agama lain, namun pendidikan dan dialog antar agama dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman ini,” tandas Budhi pada bagian lain paparannya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *