Aliansi Gemmpar Akan Gelar Aksi Demo di Kantor DLHK Riau Dan Kejati

  • Whatsapp
banner 468x60

Pekanbaru, LiraNews – Pada tanggal 29 September 2020, Aliansi Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Supermasi Hukum Riau) jadwalkan gelar aksi demo di kantor Kejati Riau yang terletak dijalan sudirman Kota Pekanbaru dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau.

Berdasarkan keterangan Erlangga selaku Koordinator umum Aliansi Gemmpar, tuntutan mereka dalam aksi demo itu nantinya adalah untuk mendesak PT.Chevron Pasific Indonesia agar memberikan ganti rugi atas lahan masyarakat seluas 737 hektare di Desa Bangko Jaya, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang diduga telah dirampas oleh PT.CPI.

Read More

banner 300250

Dan yang kedua adalah untuk mendesak DLHK Provinsi Riau dan KLHK RI (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) untuk mencabut izin PT.Chevron Pasific Indonesia karena diduga kuat telah melakukan pembuangan limbah sembarangan. Bahkan ke wilayah hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura).
Koordinator umum Aliansi Gemmpar, Erlangga didampingi oleh Koordinator lapangan (Korlap), Martin Haziat, menyampaikan bahwa PT.CPI belum memberikan ganti rugi kepada masyarakat di Desa Bangko Jaya, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

“Berdasarkan keterangan arsip kantor Pertanahan Kabupaten Rokan Hilir, diketahui bahwa PT.Chevron Pasific Indonesia belum ada melakukan pemberian ganti rugi terhadap masyarakat sebesar tujuh ratus tiga puluh tujuh miliar tujuh ratus juta rupiah (Rp.37.700.000.000), sebagai ganti rugi lahan yang diduga telah dirampas untuk dijadikan tempat pengeboran, kilang minyak dan lain-lainnya,” ungkap Erlangga kepada media, jumat (25/09/2020).

Selain untuk ganti rugi lahan masyarakat, mereka juga akan mendesak pemerintah untuk mencabut izin PT.CPI atas dugaan pembuangan limbah.

“Bukan hanya itu, kita dari Aliansi Gemmpar akan mendesak DLHK Provinsi Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk mencabut izin PT.Chevron Pasific Indonesia karena diduga kuat telah membuang limbah ke wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Kecamatan Minas, Kabupaten Siak dan anak sungai Dumai. Limbah itu tentunya berdampak merusak bagi ekosistem alam sekitarnya dan mencemari sungai,” tuturnya.

Saat ditanya dasar dugaan pembuangan limbah oleh PT.CPI, Erlangga mengaku bahwa pihaknya telah mengambil sampelnya dan sedang uji lab.

“Berdasarkan sampel limbah yang kita dapatkan. Sedang dalam proses uji di laboratorium,” pungkasnya. LN-BOMA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60