Alumni Jerman, Universitas dan RS YARSI Teken MoU Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Gravatar Image
  • Whatsapp
(Ka-Ki) Syukur Caniago, Mulyadi Muchtiar, Vidi G. Syarief, Jurnalis Uddin usai tandatangan MoU di Ruang Senat Mahasiswa Lantai I, Menara YARSI, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Jakarta, LiraNews – Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) bersama tiga institusi YARSI, yakni Universitas YARSI, RSU YARSI dan RSGM YARSI (RS Gigi dan Mulut YARSI), melakukan nota kesepahaman atau MoU dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Acara tersebut berlangsung di Ruang Senat Akademi Universitas YARSI Lantai I, Menara YARSI, Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

MoU (Memorandum of Understanding)
tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Prof. Dr. Jurnalis Uddin, Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Direktur Utama RS YARSI dr. Mulyadi Muchtiar MARS, Direktur RSGM drg. Liana Zulfa, Sp. Perio, MARS dan para Wakil Rektor 1 sampai 5, seperti Wening Sari, Yulia Suciati, Octaviani Indrasari Ranakusuma, Nurul Huda dan Endy Muhammad.

Read More
banner 300250
Foto bersama dari atas Menara YARSI, usai tinjau ruang perawatan pasien RS YARSI.

Sementara dari pihak Perhimpunan Alumni Jerman atau dalam bahasa Jerman “Vereiningung Deutscher Alumni” Ing.Ir. H. Vidi Galenso Syarief, VDI, S.H.,M.H (Ketua Umum), Don Haidy Abel (Sekjen)⁩, ⁩Masykur Chaniago ⁩(Ketua Dewan Pakar), Barmansyah (Dewan Pengawas), Elza Syarief (Dewan Kehormatan), Aam Muharam (WaKetum), Denos (Corp – Secretary & Wasekjen), Ary Ananta (Kabid LitBang) dan beberapa pengurus PAJ lainnya saerta Ketua Umum HIMABA RI Windu PW Muchrim sebagai mitra PAJ.

“Ini merupakan langkah awal yang baik dan sangat besar antara PAJ dengan YARSI. YARSI sebagai Universitas yang mempunyai banyak bidang. Bidang yang sangat maju adalah kedokteran.
Tapi, akan lebih bisa ditingkatkan lagi, di optimalisasi dengan teknologi yang cepat sekali berkembang di Jerman melalui kerjasama ini, “ujar Vidi Galenso pada liranews.com usai acara.

Bagi PAJ, kerja sama ini merupakan langkah besar, gebrakan awal dalam kepengurusan Vidi sebagai Ketua Umum PAJ yang berdiri sejak 30 tahun silam. Artinya, Vidi ingin merubah paradigma, dari suatu kekuatan intelektual yang eksklusif menjadi kekuatan intelektual yang merakyat, bermanfaat bagi kemaslahatan umat atau juga masyarakat umum secara nasional. Apalagi kerja sama ini, tentunya masih berkaitan dengan Misi – Visi Universitas YARSI, RSU YARSI dan RSGM YARSI.

Elza Syarief (tengah) pada MoU Alumni Jerman dan YARSI.

Makanya, Makanya, MoU itu kata Vidi ditandatangani 3 institusi, yakni dari Universitas YARSI (Prof. Fasli Jalal), RSU YARSI (dr. Mulyadi Muchtiar) dan RSGM YARSI (drg. Liana Zulfa). Dari 3 itu melingkupi banyak bidang-bidang di bawahnya, seperti bidang pendidikan, kesehatan, pertukaran mahasiswa juga penelitian dan lainnya.

“MoU dengan YARSI adalah yang ke 5, setelah sebelumnya MoU dengan PERWIRA, Kadinda Radja Ampat, STIH Iblam dan HIMABA RI. Kerja sama ini dari awal sudah disampaikan melebihi ekspektasi atau melampaui harapan. YARSI juga sudah sangat siap. Tentunya kerja sama ini luar biasa, “tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya langsung membuat program-program awal, dimulai kuliah bersama atau terbuka dari “Universitas Heidelberg”, salah satu ahlinya dari Jerman. Juga ada wakil ketua bidang pendidikan dan penelitian Profesor Ganden, dilanjutkan dengan vaksinasi massal yang bekerjasama dengan HIMABA RI.

Selain itu, Vidi rencananya akan beraudiensi dengan Gubernur DKI Anies Baswedan dan berharap bisa berkenan hadir. Vaksinasi massal tersebut melibatkan Dinkes DKI, Kesbangpol. Vaksinasi massal merupakan langkah awal PAJ ikut berpartisipasi dalam mengakselerasi “herd immunity”.

Langkah awal ini menyangkut bidang pendidikan, kesehatan, termasuk peralatan yang canggih. Selain itu, metode – metode pengobatan yang sudah ekspansi di RS YARSI, seperti kedokteran gigi, pengobatan gigi tanpa rasa sakit dan itu sangat terbatas Indonesia.

“Nah, ini kalau kita dukung dengan teknologi – teknologi yang dari Jerman langsung juga cepat ya. Mudah – mudahan ini bisa mendongkrak kapasitas dan kapabilitas YARSI sebagai Universitas, Rumah Sakit dan Yayasan yang cukup mandiri, “tutup Vidi

Sementara itu, Direktur Utama RS YARSI Mulyadi Muchtiar mengatakan, adanya MoU antara RS YARSI dengan PAJ membuka akses untuk kerja sama dengan institusi yang berada di negara Jerman, baik dari sisi peningkatan ilmu pengetahuan kedokteran.

Kerja sama ini menjadi kesempatan para dokter RS YARSI untuk manambah ilmu di institusi pelayanan kesehatan ternama di negeri ini, Indonesia. Barangkali kalau dilaksanakan sendiri akan membutuhkan suatu birokrasi yang panjang. Jadi, katanya, dengan ada akses ini akan mendapat suatu kemudahan.

Kedua, kemungkinan untuk kelaborasi penelitian ilmu-ilmu kedokteran dengan memanfaatkan keunggulan di kedua belah pihak.

Ketiga, aksesibiliti untuk mendapatkan alat-alat kesehatan dengan harga yang kompetitif sehingga prosedur pelayanan kesehatan di RS YARSI bisa dilaksanakan dengan alat kesehatan terkini, tetapi dapat dibeli dengan harga yang lebih murah.

“Saya berharap, sinergi dan kelaborasi dengan kegiatan yang bisa saling support. Insya Allah akan membuat kerjasama ini berlanjut, “ujar Mulyadi singkat.

Disamping itu, masih dilokasi yang sama, pengacara ternama Elza Syarief bersyukur karena PAJ bisa bekerjasama dengan YARSI. Kerja sama ini adalah sesuatu yang positif. PAJ akan berhubungan langsung dengan Jerman.

Jadi, antara PAJ dan YARSI tentunya saling membutuhkan, saling mendukung karena YARSI tentunya untuk kepentingan publik juga. Menyangkut peralatan dari Jerman butuhnya masih tetap standartnya tinggi Jadi, ini sesuatu yang sangat menggembirakan bagi pendidikan kesehatan.

“Peralatan-peralatan untuk kesehatan maupun peralatan untuk pendidikan diharapkan berjalan lancar. Kerja sama yang baik ini tujuannya supaya kita saling mengisi, “ujar Elza singkat. LN – Abuzakir Ahmad.

Related posts