Analisis : Kontestasi Ketua Alumni, Suara FEB Ubhara Terbelah Jadi Dua

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Genderang kontestasi persaingan menuju kursi Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Surabaya (IKAFEBRA) pada Musyawarah Komisariat – I IKAFEBRA 2020 yang akan digelar pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 secara daring, tampaknya sudah mulai dirasakan cukup panas tensi persaingannya dikalangan suara alumni sepuh dan milennial.

Hal ini disampaikan oleh Arisman Zaini,SE selaku analis kontestasi pada gelaran MUSKOM-I IKAFEBRA 2020. Menurut hasil analisis dan kalkulasi ceruk suara yang akan diperebutkan oleh kedua calon nomor 01 Juniadi Amral,SE. M.Dev, Mappi.Cert. / Bang Jun dan penantangnya nomor urut 02 Syahrial Ferdiansyah,SE / Ferdi, pasti akan seru dikalangan pemilih alumni sepuh dan milennial.

“Masing – masing calon ini kan punya reputasi yang positif dikalangan civitas akademika FEB UBHARA baik sebagai mantan aktivis selama jaman kuliah ataupun sebagai alumni. Soal kontribusi mereka jangan dipertanyakan lagi,” ujarnya saat diwawancarai lewat sambungan telpon, Rabu (02/12/2020).

Menurut hasil survei Cak Omen sapaan akrabnya, calon nomor urut 01 mempunyai basis pemilih yang cukup moderat dikalangan generasi X “angkatan sepuh”, Gen-X “angkatan pertengahan 90-an dan 2000-an”.

“Kekurangan popularitas Bang Jun ini terlihat cukup minor dikalangan Gen-Z “baby Zoomers / pemilih millennial ” atau fresh graduate dibandingkan calon nomor 02 Ferdi, namun saya yakin tim pemenangan Juniadi Amral Center “JAC” akan melakukan penetrasi yang maksimal menyasar kaum millennial,” paparnya.

“Hasil survei saya terkait calon nomor 02 Ferdi, memang cukup minor dukungan dikalangan Gen-X dan Gen-Y, namun Ferdi memiliki popularitas yang cukup tinggi dikalangan Gen-Z. Tim pemenangan Ferdi pasti juga sudah menyadari hal itu, mereka sebagai penantang pasti akan agresif untuk menggalang dukungan di kalangan pemilih sepuh. Omen melanjutkan, Ferdi ini kan juga mantan presiden BEM Ubhara, jadi dia pasti masih punya rrelasi yang baik dikalangan pemilih sepuh dan 2000-an melalui bantuan dosen-dosen untuk mengambil potensi suara dari calon 02,” sambungnya.

“Yang cukup seru nantinya adalah, soal migrasi Swing Voters “pemilih yang masih bimbang” dan Undecided Voters “pemilih yang belum menentukan pilihan” ini akan menjadi battle ground “daerah pertempuran” untuk mendulang suara menuju kursi IKAFEBRA-1. Para kelompok pemilih ini masih wait and see sembari mempelajari track record dan program-program strategis apa yang akan disampaikan oleh para calon,” tegasnya.

Soal pemilihan akan digelar secara E-Voting, yaa ini tentunya menjadi advantages “keuntungan” yang cukup besar bagi pemilih Gen-Z “Baby Zoomers” karena mereka cukup akrab dengan literasi dunia digital.

“Ferdi harus bias mengelola golongan pemilih potensial ini untuk memenangkan kontestasi, Pendekatannya harus secara kreativ, kolaborativ dan partisipatif pada era Zaman Now,” tandasnya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60