Andakah Sang Dermawan Yang Mereka Tunggu?

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Pekanbaru, LiraNews “Adakah diantara kita yang masih maksiat?”

Tanya khatib jumat kepada jamaah shalat jumat siang tadi (13/9) di masjid Abu Ad Darda, Riau. Sambil sesegukan, bergetar, dan menetes air mata, beliau berujar.

“Jamaah sekalian, entah kenapa kita sudah sholat Istisqo, berdoa bersama mengangkat tangan ke langit meminta hujan agar api padam dan kabut asap berkurang. Tapi tak kunjung juga turun hujan, agaknya Allah Swt. masih enggan mengabulkan doa dan permintaan kita, Astaghfirulloh.”

Terdiam sejenak. Tertahan. Sebagian jemaah meneteskan air mata.

“Adakah diantara kita yang masih maksiat?”

Suara khatib bergetar dan meninggi. Pecah tangisnya terdengar. Semua menundukkan air mata.

“Bagi yang masih curang berbisnis, yang masih dusta, masih mengurangi timbangan, masih minum khamr, berzina, khianat, mengambil hak orang lain, belum tunaikan zakat, pelit bersedakah dan infaq, belum khusyu beribada, belum ikhlas bertobat.”

Lanjutnya. Menghentak para jemaah Shalat Jumat siang tadi.

“Ini saatnya untuk bertaubat! Jangan ditunda lagi.”

Semua jama’ah menangis.

“Jangan tunda untuk bertaubat. Jangan sampai bencana kabut asap ini merenggut jiwa sebagian keluarga kita, dan kita terlambat untuk bertaubat.”

Semakin kuat tangis sesal, haru, bercampur aduk. Sebagian sesekali batuk karena dampak dari asap yang masuk status bahaya.

Dipenutup Sang Khatib berpesan:

“Sempurnakan taubat dengan bersedekah dan berinfaq utk membantu saudara kita yg miskin dan terkena bencana kabut asap yang edang sakit, anak-anak dan orang tua mereka sedang sakit. Mari kita saling bantu, agar Allah kabulkan doa kita semua.”

Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin. Semua mengaminkan. Dengan penuh harap dan hudzhuzhon terhadap segala ketetapan Allah, semoga segalanya membaik dan pasti selalu hikmah besar tercabar dalam setiap takdir yang ditetapkan

***

Sumsel, Jambi, Riau terpapar asap. Bahkan di Riau statusnya sudah berbahaya. 7 Kabupaten/Kota di Riau semua terdampak. Sudah lebih dari dua pekan ini. Sekolah diliburkan. Aktifitas ekonomi terganggu. Saudara-saudara kita disana yang kurang mampu, membutuhkan uluran tangan kita. Setidaknya, mereka merasa aman dan tenang berdiam di rumahnya.

ACT dan MRI mengajak para sahabat dermawan menjadi bagian dari solusi bencana kabut asap ini. Team Relawan sudah turun untuk ikut memadamkan api, sudah aksi pembagian masker di berbagai wilayah terdampak, menurunkan team medis untuk pengobatan sakit pernapasan.

Kita perlu bantu lebih lanjut utk masing-masing keluarga keluarga kurang mampu, saudara kita di Riau untuk memiliki alat penyaring udara atau Air Purifier, aar di rumah mereka anak-anak dan orang tua bisa bertahan dari kepungan kabut asap yang sangat pekat dan berbahaya.

Harga Air Purifier untuk rumah ukuran 21 meter persegi sekitar Rp.2,5 juta s/d 3 juta. Kita butuh sebanyak mungkin untuk membantu mereka, menghadirkan rasa tenang mereka, dan meyakinkan mereka bahwa kita membersamai. Dalam do’a. Dalam aksi nyata. Sebab sebaik-sebaik do’a adalah aksi nyata.

Yuk! Bantu saudara kita memiliki Air Purifier agar mereka, anak-anak dan orang tua bisa kembali menghirup udara segar di Riau, Jambi, Sumsel dan sekitarnya. Semoga Allah meringankan hati kita untuk tergerak membantu.

Ibnu Khajar, Presiden Aksi Cepat Tanggap

Sun Sep 15 , 2019
Solo, LiraNews – Hampir setiap kita dan seluruh kaum muslimin pasti menginginkan agar pada akhir penghujung kehidupannya kelak bisa mendapatkan kematian yang baik atau meninggal dalam kondisi terbaik yang dalam bahasa agamanya disebut dengan Husnul Khotimah. Namun tidaklah mudah untuk mendapatkan kondisi yang ideal tersebut. Apalagi jika saat ini di […]