Anggap Enteng Pengeroyokan Anggota Moge Terhadap Dua Prajurit TNI, IPW: Djamhari Chaniago Harus Cabut Pernyataan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Letnan Jenderal (Letjen) (Purn) Djamhari Chaniago harus mencabut pernyataannya yang menganggap kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota motor gede (moge) yang dipimpinnya terhadap dua prajurit TNI sebagai masalah kecil.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane kepada para awak media, Minggu (1/11/2020).

Read More

banner 300250

Neta menilai, pernyataan Djamhari itu sangat tidak mendidik dan sangat mengedepankan sikap arogansi dari seorang pensiunan militer.

“Seharusnya sebagai pimpinan kelompok moge itu, Djamhari meminta maaf kepada masyarakat, karena anggota rombongannya sudah berbuat semena-mena, tidak hanya kepada masyarakat umum di jalanan, tapi juga kepada anggota TNI yang dikeroyok.

Menurut Neta, sikap Djamhari yang arogan itu tidak pantas ditiru dan akan membuat dirinya dicibir oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sebagai pensiunan yang seharusnya dihormati publik.

“Untuk itu IPW berharap, Djamhari sebagai purnawirawan mau berjiwa besar mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada kedua prajurit TNI yang sedang terbaring di rumah sakit akibat dikeroyok anggota masyarakat sipil pengguna moge tersebut,” harap pria kelahiran Medan, 56 tahun lalu itu.

Seharusnya, saran Neta, Djamhari bisa berkomentar lebih santun dan kebapakan dalam melihat kasus ini.

“Belajar dari kasus ini, sudah saatnya para petinggi yang menjadi pimpinan motor gede mengingatkan para anggotanya agar tidak bersikap arogan di jalanan dan tidak bersikap ugal ugalan atau tidak menjadi raja jalanan seperti geng motor yang banyak dikeluhkan masyarakat,” paparnya.

Neta mengingatkan, jika pengendara moge bersikap ugal-ugalan seperti geng motor bukan mustahil masyarakat akan memberi perlawanan pada mereka dan pengendara moge akan menjadi musuh masyarakat di jalanan.

“Para purnawirawa yang menjadi pimpinan moge jangan mau menjadi bamper dan backing atas keugalugalan anggotanya,” tegas Penulis Buku Jangan Bosan Kritikan Polisi ini.

Jika tidak, jelas Neta, para purnawirawan tersebut akan dicibir dan tidak dihargai publik.

“IPW mendesak Polda Sumbar memproses kasus ini dengan Promoter. Selain dikenakan pasal telah melakukan penganiayaan, pengendara moge itu harus dikenakan pasal berlapis, yakni melawan aparatur negara,” ujar mantan Wapemred Harian Jakarta ini.

Lebih lanjut, Neta pun menyarankan, sebaiknya kasus ini diselesaikan di pengadilan.

“Hal ini agar ada efek pembelajaran agar pengendara moge tidak bersikap seenaknya ugal-ugalan dan pimpinannya tidak arogan atau menganggap sepele persoalan yang ada, yang sudah membuat masyarakat terluka,” pungkas mantan Redpel Koran Aksi ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60