Anggaran Dd 20% Untuk Nagori2 Belum Sebulan Dikerjakan Tembok Irigasinya Ambruk Total

  • Whatsapp
banner 468x60

LiraNews, Siantar Simalungun — Warga Dusun Buntu Barat, Nagori Tomuan Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan kecewa atas pembangunan tembok irigasi yang baru selesai dikerjakan namun sudah ambruk.

Diperkirakan, tembok irigasi tersebut baru selesai dikerjakan pada Mei lalu, namun sudah ambruk seminggu yang lalu.

Jonli Panjaitan (51), selaku Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP 1959) Kecamatan Dolok Panribuan mengatakan, dirinya sudah turun ke lokasi setelah mendengar adanya laporan warga soal tembok irigasi yang jebol.

“Menurut hemat saya pembangunan tembok tidak bagus. Pondasinya tidak ada makanya tumbang, terjungkit dengan dasarnya,” ujar Ketua PAC PP Dolok Panribuan kepada Reporter liranews di lokasi, Jumat (28/6/2019).

Jonli menyesalkan pembangunan di Nagori Dolok Tomuan yang diduga asal jadi tersebut sehingga mudah rusak.

Baru sebulan selesai dikerjakan langsung rusak. Mungkin karena dikerjakan asal jadi. Pondasi tidak ada. Campuran semenya juga tidak sesuai. Diduga kebanyakan pasir, terangnya.

Hal serupa dikeluhkan O Simanjuntak (48), warga Buntu Barat. Ia sangat kesal karena mutu pembangunan tidak berkualitas, asal cepat selesai dikerjakan.

“Banyak pembangunan tetapi tidak dinikmati masyarakat, tidak ada mutunya. Jika betul ada pemeriksa turun ke lapangan. Bolehlah diambil sampelnya apakah semen tembok sesuai campuran atau tidak,” ujarnya.

O Simanjuntak juga mengatakan kebanyakan pelaksana proyek hanya menganggarkan / contoh bukti foto usai pekerjaan selesai.

“Inilah pembangunan di Kabupaten Simalungun ini. Kalau sudah siap dilicin (diplester) langsung difoto. Foto inilah contoh buktinya karena sudah selesai dikerjakan dan cepat pencairan,” ujarnya kesal.

Senada disampaikan P Simanjuntak (55), petani warga Buntu Barat. Ia mengatakan tembok irigasi selesai dikerjakan hanya sekitar tiga hari saja dan diketahui sudah seminggu ambruk. Namun sampai saat ini belum diperbaiki seakan ada pembiaran.

“Kuperhatikan dikerjakan sekitar tiga hari selesai dan sudah seminggu tumbang tembok parit itu. Sampai sekarang dibiarkan begitu saja dan tidak ada yang bertanggungjawab. Kalau dibiarkan nantinya semua tembok ambruk. Kami petani jadi terganggu. Padahal sekarang mau musim tanam padi,” cetusnya.

Terpisah, Pangulu Nagori Tomuan Dolok Bependi Simanjuntak saat dikonfirmasi liranews mengatakan kalau proyek itu bukanlah proyek Dana Desa.

“Pembangunan irigasi itu yang mengerjakan pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Saya pun tidak tahu ada pembangunan tembok irigasi itu. Karena tidak ada dilaporkan samaku sebagai Pangulu. Itu proyek siluman. Setelah aku tahu tembok itu tumbang, langsung saya beritahukan kepada PSDA. Kalau mau konfirmasi, silahkan konfirmasi ke PSDA, ujarnya.

Kepala UPT PSDA Kecamatan Dolok Panribuan Elbin Napitu saat dikonfirmasi liranews melalui selulernya, menjelaskan tembok tersebut tumbang akibat curah hujan Minggu lalu.

“Perbaikan tembok irigasi itu dikerjakan oleh PSDA secara swakelola. Soal anggarannya kurang ingat. Tetapi tembok parit tumbang akibat curah hujan,” ujarnya.

Elbin menambahkan, di bulan Juli nanti tembok yang rusak itu akan diperbaiki.

Soal proyek siluman yang diutarakan oleh Pangulu Nagori Tomuan Dolok, Bependi Simanjuntak tidak diterima oleh Ketua UPT PSDA Dolok Panribuan.

“Janganlah dibilang proyek siluman. Ada surat dia samaku tentang perbaikan parit. Pertinggal suratnya ada samaku,” pungkasnya. LN-HS

banner 300x250

Related posts

banner 468x60