Anggaran Rp405,1 Triliun Disuntik Buat Lawan Covid-19, Simak ke Mana Alirannya

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Presiden Jokowi menginstruksikan adanya penambahan biaya penanganan wabah virus Corona (Covid-19) dalam APBN 2020 sebesar Rp.405,1 Triliun.

Dari angka itu, jelas Jokowi, sebesar Rp75 Triliun untuk bidang kesehatan, Rp110 Triliun untuk Social Safety Net, Rp70,1 Triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta Rp150 Triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Read More

banner 300250

“Termasuk dalam pemulihan ekonomi nasional adalah restrukturisasi kredit dan penjaminan, serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi,” papar Jokowi dalam keterangan pers di Jakarta, 31 Maret 2020.

Jokowi memaparkan, anggaran untuk dukungan bidang kesehatan sebesar Rp75 Triliun akan digunakan untuk Perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD, kemudian pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti test kit, reagen, ventilator, hand sanitizer dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Termasuk upgrade 132 rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, termasuk Wisma Atlet,” jelasnya.

Dana dukungan kesehatan itu juga meliputi insentif dokter (spesialis Rp15 juta/bulan), dokter umum (Rp10 juta), perawat (Rp7.5 juta), dan tenaga kesehatan lainnya (Rp5 juta). Juga ada santunan kematian tenaga medis Rp300 juta, dukungan tenaga medis, serta, penanganan kesehatan lainnya.

Selain buat dukungan bidang kesehatan, tambahan APBN hadapi Covid-19 juga dipakai buat perlindungan sosial. Meliputi:

PKH 10 juta KPM, dibayarkan bulanan mulai April (sehingga bantuan setahun naik 25%), Kartu sembako dinaikkan dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima, dengan manfaat naik dari Rp.150.000 menjadi Rp. 200.000 selama 9 bulan (naik 33 persen).

Kemudian Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk bisa meng cover sekitar 5,6 juta pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil. Penerima manfaat mendapat insentif pasca pelatihan Rp600 ribu, dengan biaya pelatihan 1 juta.

Termasuk didalamnya pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi.

Lantas ada tambahan insentif perumahan bagi pembangunan perumahan MBR hingga 175 ribu, dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok Rp25 triliun.

Adapun prioritas ketiga penyiapan anggaran untuk dunia usaha dalam rangka pemulihan ekonomi meliputi:

PPH 21 pekerja sektor industri pengolahan dengan penghasilan maksimal 200 juta setahun ditanggung pemerintah 100 %.

Kemudian pembebasan PPH Impor untuk 19 sektor tertentu, Wajib Pajak Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah.

Termasuk dalam anggaran pemulihan ekonomi adalah pengurangan PPH 25 sebesar 30% untuk sektor tertentu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah.

Kemudian ada restitusi PPN dipercepat bagi 19 sektor tertentu untuk menjaga likuiditas pelaku usaha. Juga ada penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak COVID-19 selama 6 bulan.

“Dalam program ini juga ada penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021 serta menjadi 20% mulai tahun 2022. Serta dukungan lainnya dari pembiayaan anggaran untuk mendukung pemulihan ekonomi,” papar Jokowi dalam keterangan pers.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60