Antisipasi Sebaran Covid-19, Sekjen DPR RI Terapkan Kebijakan WFH

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menyatakan, institusinya itu mengeluarkan kebijakan Working From Home (WFH) untuk para pegawai atau staf di lingkungan Kompleks Parlemen.

Hal itu disampaikan Indra kepada para awak media di Media Center Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/3/2020), sebagai bentuk langkah mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami diinstruksikan pimpinan DPR untuk ikuti perkembangan yang secara aktual diikuti bersama tentang perkembangan merebaknya Covid-19. Kebijakan yang kami lakukan adalah untuk satu pekan ke depan, semua aktivitas pelayanan publik dan kegiatan yang tidak berkaitan langsung yang harus dilakukan segera, dilkukan dari rumah atau WFH,” katanya.

Indra mengimbau kepada seluruh pegawai DPR RI, untuk tidak meninggalkan rumah apabila tidak ada keperluan yang dirasa penting.

Selain itu, sebagai langkah antisipatif, sambung Indra, DPR RI akan melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19, dimulai dari penyemprotan disinfektan hingga menyediakan pembersih tangan atau hand sanitizer di sejumlah titik-titik akses.

“Untuk Kompleks Parlemen, saya bersama Sekjen MPR dan DPD sepakat untuk mulai hari ini kita lakukan disinfektan pada seluruh ruang publik dan ruang yang dianggap perlu untuk dilakukan sampai lima hari ke depan secara bertahap,” ujarnya.

Indra menambahkan, pihak keamanan DPR RI juga akan memeriksa suhu tubuh setiap orang yang hendak masuk ke Kompleks Parlemen, dan diberlakukan di setiap akses masuk DPR RI kepada siapapun tanpa terkecuali.

“Apabila dalam pemeriksaaan tersebut ada tamu, pegawai suhunya di atas 37,4 derajat kami siapkan protap, siapkan ruangan isolasi untuk akan dirujuk pada rumah sakit yang punya fasilitas perawatan,” jelasnya.

Kemungkinan Masa Reses DPR RI Diperpanjang

Indra mengatakan, pihaknya masih berkonsultasi dengan pimpinan DPR RI terkait kemungkinan pengunduran jadwal pembukaan masa sidang sebagai langkah antisipasi mewabahnya Covid-19.

Indra mengungkapkan, sedianya masa reses berakhir pada 22 Maret 2020 dan masa sidang digelar pada 23 Maret mendatang.

“Menyangkut masa sidang yang dalam jadwal persidangan itu tanggal 23 Maret, kami masih mengkonsultasikan dengan pimpinan untuk kemungkinan lain apakah pembukaan masa sidang diundur atau tetap,” ucapnya.

Indra mengatakan jika ada perubahan waktu pembukaan sidang, pihaknya segera mengonsultasikan dan mengabarkan kepada semua pimpinan fraksi di DPR RI.

Jika tetap digelar pada 23 Maret, Indra mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan prosedur tetap (protap) untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi para anggota DPR RI.

“Jika tidak ada perubahan, kami sudah menyiapkan berbagai protap untuk menjaga kebersihan anggota yang hadir sehingga mungkin dalam beberapa hari ke depan kita sudah ada kepastian apakah masa sidang akan tetap atau ada arahan lain dari pimpinan DPR,” pungkasnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60