Anton: Tersangka Korupsi E-Ktp Akan Baca Teks Proklamasi Hut Kemerdekaan Ri Diluar Akal Sehat

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Kabar bahwa tersangka korupsi e-KTP Trilyunan Rupiah, Setya Novanto akan membacakan teks Pancasila saat upacara kenegaraan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 72, pada 17 Agustus 2017 yang akan datang mengundang tanggapan.

Apa yang dilakukan oleh Novanto yang ketua DPR RI tersebut, kata Dewan Pakar ICMI Pusat, Anton Tabah Tabah Digdoyo, hal ini adalah sangat menyedihkan, dan tentunya sangat memprihatinkan.

“Itu berarti pemerintah rezim ini makin nyata tidak peka dengan etika moral bangsa yang sering ditunjukkan selama ini sungguh diluar akal sehat,” ujar Anton kepada media.

Hal ini, katanya, seperti mengundang pembakar masjid Tolikara yang sedang disidik ke istana, mengajak terdakwa kasus penistaan agama, Ahok satu mobil dengan Presiden Jokowi padahal penista agama tersebut menjelang vonis hakim dan sebagainya.

“Sebagai mana yang kita tahu dalil-dalil hukum universal, seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka maka telah hilang sebagian hak-haknya,” kata mantan sekretaris Presiden ke 2, Soeharto itu.

Bahkan, tambahnya, beberapa haknya telah dicabut, ditambah pencegahan dan pengekangan-pengekangan seperti pencekalan dalam berbagai hal dan lainnya.

Apalagi, menurutnya, membaca teks Pancasila di upacara kenegaraan di Istana acara tahunan sangat penting. Nalar dan akal sehat sebagai bangsa mana pun tidak akan bisa menerima.

“Semoga penguasa rezim ini mampu berpikir bersikap dan bertindak dengan akal sehat dan hati nurani. Karena negara akan cidera jika biarkan tersangka menjadi pembaca teks ideologi negara Pancasila,” tegas Anton Tabah Digdoyo yang juga pembina HMI tersebut. LN-MHS

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Aug 7 , 2017
LiraNews.Com