Aparat Keamanan Tindas Posko Pemenangan Anies-Sandi Dengan Kamera Pengawas

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menilai aparat keamanan tidak netral dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pasalnya, dia menganggap aparat terlalu jauh terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Hal dikatakan Ferry menanggapi langkah oknum aparat keamanan memasang Closed Circuit Television (CCTV) di Posko Pemenangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

“Tindakan oknum aparat keamanan itu merupakan tindakan yang mengarah kepada represif, yakni tekanan dan penindasan,” ujar Ferry dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (19/4/2017)

Hal tersebut, katanya, telah berulang kali aparat berlaku secara tidak adil. Karena sebelumnya ada maklumat dari Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan yang melarang pengerahan massa.

“Sementara ketika PDIP resmi menginstruksikan semua kadernya datang ke Jakarta, kepolisian mendiamkan,” kata Ferry.

Anehnya, lanjut Ferry, aparat keamanan mendiamkan pembagian sembako oleh tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dibiarkan aparat.

Ferry menegaskan, masyarakat berharap bahwa proses Pilkada DKI Jakarta tidak dicederai oleh tindakan berat sebelah dari aparat keamanan maupun pemerintah.

“Sebab ini sebagai saluran aspirasi rakyat ibu kota untuk memilih pemimpinnya,” pungkasnya. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Apr 19 , 2017
LiraNews.Com