API Ajak Serikat Pekerja Penuhi Permintaan Tenaga Trampil Pemerintah Jepang

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews —- Ketua Presidium Aliansi Pekerja Indonesia (API) HM. Jusuf Rizal ajak Pekerja dan Serikat Pekerja penuhi permintaan Pemerintah Jepang yang membutuhkan tenaga trampil dari Indonesia, khususnya di Bidang Industri Otomotif dan Makanan. Pemerintah Jepang juga bersedia untuk melakukan pelatihan bahasa Jepang dan Avocasi untuk meningkatkan kemampuan para pekerja.

“Tawaran pemerintah Jepang ini menjadi tantangan bagi para pekerja dan Serikat pekerja di Indonesia. Bagi pekerja yang memiliki keterampilan banyak peluang, khususnya di Industri Otomotif dan Makanan,” tegas Jusuf Rizal yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Sekuruh Indonesia) itu di Jakarta.

Sebagaimana disampaikan Pemerintah Jepang melalui Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura Pemerintah Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja terampil dibidang Industri Otomotif dan Makanan.

“Saat ini kami mengalami kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kerja, oleh karena itu kami menawarkan bagaimana kalau Indonesia mengirimkan tenaga kerja atau anak magang yang sudah mendapatkan pembekalan,” kata Gubernur Ohmura di Kantor Wapres Jakarta.

Menurut Jusuf Rizal, Indonesia memiliki peluang untuk mengirimkan lebih banyak tenaga kerja terlatih ke Jepang. Apalagi pemerintah Indonesia sedang berupaya meningkatkan kualitas SDM yang jumlahnya besar.

Menurutnya, sebagaimana disampaikan Ohmura jumlah tenaga kerja terlatih dari Indonesia di Jepang, khususnya di Prefektur Aichi, saat ini sangat kecil dibanding tenaga kerja dari Filipina dan Vietnam.

Saat ini orang Filipina yang kerja di Aichi itu ada 35 ribu orang, dari Vietnam ada 30 ribu orang, sedangkan dari Indonesia baru 7 ribu sementara penduduknya banyak. Semestinya potensi tenaga kerjan dari Indonesia masih berpeluang besar.

Namun tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menyiapkan tenaga trampil tersebut. Inipun terjawab karena, lanjut Jusuf Rizal Pemerintah Jepang siap ikut berperan aktif memberikan pendidikan bahasa Jepang dan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja asal Indonesia.

“Untuk itu API akan mengajak para pekerja dan Serikat pekerja menangkap peluang tersebut dan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Pemerintah Jepang untuk memenuhi Pemerintah Jepang tersebut. Ini peluang bagus yang harus dimanfaatkan oleh para pekerja untuk SDM Unggul,” tegas pria Relawan The President Center Proja (Pro Jokowi-Amin) itu. LN-RED

Tue Sep 10 , 2019
Memberi nama anak mesti yang bagus. Namun, haruskah pada mualaf berganti nama? benarkah nama dianggap islami mesti berbahasa Arab atau mirip-mirip orang Arab? Oleh Miftah H. Yusufpati Alhamdulilah, Freddy Siauw kakak Felix Siauw resmi menjadi mualaf. Memeluk Islam. Freddy mengucap dua kalimat syahadat dibimbing Ustaz Adi Hidayat, Ahad (8/9). Felix […]