Apresiasi Kapolda Banten Minta Maaf Atas Aksi Anak Buahnya, Nasir Djamil: Polisi Masih Berkultur Militeristik

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Saya berikan apresiasi kepada Kapolda Banten yang telah meminta maaf atas aksi koboi oknum polisi di wilayah hukumnya. Permintaan maaf ini adalah bentuk presisi guna mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan paska pemukulan mahasiswa oleh oknum polisi itu.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil kepada para awak media, Kamis (14/10/2021).

Menurut Nasir, kejadian tersebut menunjukkan masih adanya sisa-sisa kultur “militeristik” yang belum selesai diubah.

“Kita apresiasi kepada Kapolda Banten yang menjalankan presisi Kapolri. Permintaan maaf tentu harus diikuti dengan pemberian hukuman disiplin kepada oknum polisi yang memukul mahasiswa itu,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentu merasa tidak nyaman dengan kejadian itu, sebab dalam berbagai kesempatan rapat di Komisi III DPR RI, Kapolri selalu menekankan pentingnya humanis dalam tugas dan fungsi kepolisian.

“Saya yakin Kapolri tentu kecewa dengan anggotanya yang tidak mencerminkan sebagai polisi pelayan dan pelindung masyarakat,” ujar politisi asal Aceh itu.

Nasir mengatakan, institusi polisi itu hadir untuk melindungi rakyat atau warga masyarakat.

“Karena itu, aksi koboi ala smack down yang dilakukan oknum polisi terhadap seorang mahasiswa tidak dapat dibenarkan, baik secara hukum dan moral. Apalagi mahasiswa yang berunjuk rasa tidak membawa senjata tajam dan tidak melakukan tindakan anarkis,” tutur Nasir.

Lebih lanjut, legislator asal Dapil Aceh 2 ini menyayangkan masih ada anggota polisi yang tergoda melakukan aksi membanting mahasiswa saat berunjuk rasa.

“Semoga noda hitam ini segera dibersihkan oleh dengan bentuk memberikan punishment kepada oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa itu. Jangan sampai gara-gara setitik noda, rusak susu sebelanga,” pungkas Nasir Djamil.

Related posts