Arab Saudi Tak Beri Jatah Bagi Jamaah Umroh Indonesia, Rahmad Handoyo: Saya Dapat Pahami

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Kita harus hormati Pemerintah Arab Saudi, ketika perasaan untuk umroh itu yang penting adalah harus seizin WHO atau diakui WHO atau dilegalisasi WHO.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo saat menjadi narasumber Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema: “Arab Saudi Sudah Izinkan
Umrah, Kenapa Indonesia Belum ?” di Ruang Diskusi, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (30/9/2021).

Read More
banner 300250

Rahmad mengaku, dirinya memahami apa yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi dengan belum mengizinkan para calon haji dan umroh asal Indonesia untuk memasuki wilayahnya dalam rangka untuk melindungi warga negaranya.

“Karena kita tahu, ini adalah pandemi, dan musuhnya tak kelihatan, ketika Arab Saudi melakukan kebijakan adanya Booster saya memahami semua itu dalam rangka untuk melindungi,” kata Rahmad.

Tentunya, lanjut Rahmad, hal itu juga dapat menjadi bahan pertimbangan ketika pemerintah memberlakukan pengawasan ketat terhadap beberapa negara Arab dan beberapa negara yang lain.

“Perlu saya sampaikan berdasarkan Rapat Kerja (Raker) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada warga negara asing dan warga negara Indonesia yang masuk ke Indonesia itu yang pasti naik pesawat pasti pakai VCR, itu negativ, tapi begitu masuk ke Indonesia positif padahal untuk penerbangan. Pertanyaannya bagaimana bisa terjadi, kebetulan saja yang paling tinggi kontribusi positif masuk ke Indonesia dari Arab Saudi, kalau tidak salah ada ratusan yang masuk dari Arab saudi yang masuk ke kita dan itu disampakan pada Kemenkes pada Raker kemarin,” papar Rahmad.

Rahmad menuturkan, tentu kebijakan yang diambil Pemerintah Kerajaan rab Saudi adalah dalam rangka untuk melindungi warga negara mereka dan Indonesia juga, namun bukan berarti tidak boleh, tetapi prosedurnya harus ketat.

“Mau dari Arab Saudi, mau dari Singapura, Malaysia begitu masuk Indonesia itu harus ketat prosedurnya itu harus ada karantina, itu dalam rangka untuk melindungi,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Rahmad menghimbau, Indonesia harus menghormati semua kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini agar ledakan penularan Covid-19 tidak terjadi lagi di Indonesia.

“Kita juga harus melindungi cara kita sendiri dalam rangka untuk jangan sampai kita meledak lagi. Tidak boleh kebobolan dan pilu yang kedua kali terjadi, karena kemarin jangan sampai tiga kali, tadi ya karena luas, bangsa kita luas, bebas begitu masuk juga banyak dari laut, itu dulu standing posisinya.

Legislator asal Dapil Jateng 5 ini menambahkan, kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi semata-mata untuk melindungi warga negaranya dan juga warga negara lainnya.

“Hal itu semata-mata dalam rangka melindungi, menyelamatkan warga yang masing-masing,” pungkas Rahmad Handoyo.

Related posts