Arief Poyuono Desak Prabowo Subianto Mundur Dari Kabinet dan Partai

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Ditangkapnya Edhy Prabowo oleh KPK membuktikan kalau KPK betul-betul engine penangkap koruptor yang paling terbaik di indonesia

Semua masyarakat harus mendukung KPK terkait penangkapan kader Gerindra terbaik dan sangat dekat dengan Prabowo Subianto.

Read More

banner 300250

Demikian disampaikan politisi senior Partai Gerindra Arief Poyuono kepada para wartawan, Rabu (25/11/2020).

Menurut Arief, hal ini merupakan pelajaran besar sekaligus pukulan besar bagi Prabowo sebagai pimpinan Edi Prabowo.

“Ternyata mulut yang sudah berbusa-busa dengan mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat ternyata justru Edi Prabowo anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di era jokowi yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK,” jelas Arief.

Arief menyebut, seharusnya Prabowo sejak mengingatkan dan melarang para kadernya dan keluarganya untuk tidak memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis.

“Contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga. Tapi nyata justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa,” terang mantan Waketum Partai Gerindra ini.

Arief menilai, dengan ditangkapnya Edhi Prabowo maka tamat sudah cita-cita prabowo menjadi Presiden Indonesia, karena hal ini akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra.

“Dengan itu Prabowo harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra atas ketidakmampuan menjaga disiplin para kadernya hingga berpotensi besar menghancurkan marwah partai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arief pun menyarankan agar Prabowo mundur sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju dan sebagai Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Jika Prabowo gentleman, dia harus mundur dari kabinet Jokowi – Maruf Amin serta mundur dari Gerindra,” pungkasnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60