Arogan ! Oknum Inspektorat Kabupaten Probolinggo Usir LSM dan Wartawan

  • Whatsapp
banner 468x60

Probolinggo, LiraNews – Sesuai janji tim Inspektorat Kabupaten Probolinggo bahwa melakukan pemeriksaan lanjutan untuk Desa Pasembon di Kecamatan Kotaanyar, Selasa (25/2/2020).

Dalam pemberitaan media online. Jumat (21/2) bahwa pelaksaan pemeriksaan dugaan penggelapan Siltap di 3 desa yaitu desa Pasembon, Sukorejo dan Talkandang di gelar di pendopo kecamatan Kotaanyar kabupaten Probolinggo.

Tampak tim inspektorat yang dihadiri langsung oleh Ir. Ahsannunas. M. Si sebagai pengendali teknis, Kepala Desa Pasembon Muhab, dan 9 orang perangkat desa yang di berhentikan yang di saksikan warga pasembon.

Sangat disayangkan ketika inspektorat bersikap arogan terhadap media seperti yang dikutip media TV lokal Probolinggo.

Muhri anggota LSM LIRA Kabupaten Probolinggo merasa dipermalukan didepan umum, saat di temui awak media muhri menjelaskan,”Saya datang karena di minta oleh pihak PCPM sebagai pihak pelapor dan disana terlaksana pemeriksaan terbuka, kata kata yang tak pantas di tunjukkan ke saya langsung, serta menunjuk ke masyarakat semacam cari dukungan untuk mengusir kami, seperti yang di lontarkan agar pemeriksaan ini tanpa wartawan ataupun LSM.”

“Disini seolah olah saya mengganggu jalannya pemeriksaan. Sebelum nya inspektorat sempat tanya masalah id card saya sebagai LSM LIRA, saya sudah menjelaskan bahwa semua DPD LIRA Kabupaten Probolinggo proses perpanjangan id card,” jelas Muhri dengan wajah memerah karena merasa telah ditelanjangi di depan umum.

Bupati LSM LIRA Kabupaten Probolinggo mengaku sangat prihatin dan menyayangkan moralitas pejabat publik yang sedemikian itu ada di era demokrasi yang sama-sama kita junjung tinggi.

“Sifat dan sikap yang ditujukan sangat jauh kontra produktif dengan prinsip berdemokrasi, perlu menjadi catatan bahwa kekuatan pers kekuatan elemen masyarakat sipil itu adalah bagian dari konsekuensi dari proses kita berdemokrasi, setidaknya pemerintah memberikan ruang terbuka untuk pers agar masyarakat menerima informasi yang cukup,” katanya.

Dia menegaskan, hal itu juga diatur oleh undang undang pers bagaimana kawan media menjalankan fungsi nya dan kita sama sama tahu bahwa polemik perkara antara LSM LIRA dan pemerintah Kabupaten Probolinggo itu mestinya jadi catatan bagi pemimpin di Kabupaten Probolinggo untuk bisa lebih membuka diri dengan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Karena apa yang dilakukan oleh LSM LIRA itu juga diatur dalam undang undang keterbukaan informasi publik. Jika terjadi hal seperti di tutup tutupi jelas akan menuai kecurigaan LSM LIRA siap menjadi komando dalam kasus ini agar dikemudian hari tidak terjadi hal hal yg tidak di inginkan,” jelas Bupati LSM LIRA. LN-Anis

banner 300x250

Related posts

banner 468x60