Arsul Sani: Terkait Kasus Andre Rosiade, Anggota DPR RI Harus Bekerja Sesuai Tupoksinya

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Nama politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade terus menjadi pembicaraan. Bukan karena sikap maupun ucapannya sebagai anggota Komisi VI DPR RI, tetapi karena lagaknya bak seorang pahlawan yang ingin menunjukkan adanya ketidakberesan di kampung halamannya, Padang, Sumatera Barat.

Melalui sebuah video yang viral di akun media sosial Instagram, eks Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (Jubir BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seolah-olah sedang menggerebek praktik prostitusi online di Padang, Minggu (26/1/2020).

Berharap simpati dari masyarakat, tapi upaya Andre ini justru disesalkan banyak pihak.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menghimbau, agar setiap anggota DPR RI melakukan tupoksinya dengan mengikuti aturan yang berlaku yang mengedepankan asas praduga tak bersalah dan prinsip kepantasan.

Hal tersebut disampaikan Arsul kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (11/2/2020).

“Tentu juga siapapun anggota DPR ketika melakukan tugas pengawasan termasuk seperti saya Komisi III, tetap harus mengikuti juga tidak hanya aturan tapi prinsip-prinsip kalau itu terkait katakanlah dengan hal yg sensitif itu kan prinsip praduga tak bersalah, dan juga prinsip kepantasan, dan lain-lain,” katanya.

Arsul berpendapat, memang tugas dari setiap anggota DPR RI adalah melakukan pengawasan, namun dalam tupoksinya harus sesuai dengan komisi di mana seseorang itu ditempatkan.

“Begini, terlepas dari kasus Mas Andre Rosiade, salah satu fungsi anggota DPR kan memang melakukan pengawasan, tapi pengawasan itu harus dikaitkan dengan tupoksi di mana DPR itu menjadi anggota komisinya,” ucapnya.

Sekjen PPP tersebut mencontohkan, sebagai anggota Komisi III DPR RI dirinya tidak dapat mengurusi urusan di luar urusan hukum di mana menjadi fokus dari Komisi III DPR RI.

“Seperti saya di Komisi III, maka tupoksi saya kan mengawasi proses penegakan hukum termasuk di Dapil saya yang dilakukan oleh jajaran penegak hukum. Nah saya tidak bisa langsung mengawasi misalnya, rumah sakit, atau pelaksanaan pemerintahan daerah secara langsung,” jelasnya.

Arsul mengaku, dirinya menghargai sepenuhnya pemeriksaan yang akan dilakukan oleh internal Partai Gerindra terhadap Andre Rosiade.

“Menyangkut Mas Andre toh Gerindra, sepanjang yang saya ikuti juga melakukan proses pemeriksaan, ya kita harus hormati, karena memang tanggung jawab atas apapun yang dilakukan oleh anggota DPR RI itu kan pertama ada pada fraksi atau partainya masing-masing,” terang anggota DPR RI asal Dapil Jateng 10 ini.

Arsul pun menjelaskan, setelah melewati tahap pemeriksaan di internal Partai Gerindra, Andre Rosiade pun harus menjalani pemeriksaan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Arsul pun berharap, agar pemeriksaan MKD DPR RI terhadap Andre Rosiade dapat berlangsung secara objektif dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Setelah itu pemeriksaan akan dilakukan oleh institusi internal DPR, yaitu MKD. Ya kita tunggulah, tapi semuanya tetap kita berpegang pada asas praduga tak bersalah. Bisa jadi maksud baik tapi caranya tidak pas, nah itu juga menimbulkan masalah,” ujarnya.

Terkait penilaian Institute Criminal and Justice Reform (ICJR) yang menyatakan, metode penjebakan bertentangan dgn hukum acara pidana, Arsul mengungkapkan, dirinya tidak mau terburu-buru menilai hal tersebut.

“Nah ini, tentu kan saya tidak boleh buru-buru menilai. Kita berikanlah kesempatan kepada majelis kehormatan yang ada di Gerindra untuk memeriksa ini. Kemudian pasti nanti akan didengar keterangan dari semua pihak kan, nah ya kita tunggulah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Arsul menginginkan, kasus ini tidak bertambah ramai, namun harus dapat dituntaskan.

“Kalo kita komentari hal yang tidak kita tahu persis apa yang sebenarnya terjadi, kan bukan tambah pas, tapi tambah ramai saja yang ada,” pungkasnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60