Arsul Sani: Tidak Akan Terjadi Conflict Of Interest Apabila Firli Menjadi Ketua KPK

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyatakan, dirinya tidak ambil pusing terkait dilantiknya Komjen Firli Bahuri sebagai Kabaharkam Polri.

Hal tersebut disampaikan Arsul kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/11/2019).

Arsul mengatakan, tidak akan terjadi conflict of interest apabila Firli dilantik pada 20 Desember mendatang sebagai Ketua KPK yang baru.

“Pertama kalau ada kekhawatiran akan adanya conflict of interest atau benturan kepentingan itu sesuatu yang wajar, tapi itu harus kita jadikan sebagai reminder atau peringatan,” katanya.

Menurut Arsul hal tersebut jangan langsung dipercayai, sebab dirinya percaya Firli memiliki independensi.

“Jangan kemudian itu dianggap sebagai sebuah fakta bahwa itu faktual, jangan begitu dulu. Sebab mengenai benturan kepentingan ini kan terkait dengan sikap independensi kan, itu kan kembali pada diri masing-masing,” sarannya.

Politisi PPP tersebut menjelaskan, kalau memang seorang pimpinan itu bisa menjaga jarak, maka independensinya bisa terjaga.

“Apalagi UU-nya sendiri itu jelas baik UU Polri maupun UU TNI itu kan mengatur posisi atau jabatan mana seorang anggota Polri atau anggota TNI dapat menjabat tanpa mengundurkan diri, itu kan diatur dalam UU no. 2 tahun 2002 atau UU no. 34 tahun 2004 itu kan semuanya ada. Mengapa kemudian dipersoalkan,” tandasnya.

Arsul menuturkan, apabila nantinya Firli tidak independen maka akan terlihat, lantaran Komisi III DPR RI selalu mengawasi.

“Apakah kemudian Pak Firli tidak independen karena dia anak buahnya Kapolri nah itu nanti kita lihat. Akan kita awasi bersama-sama. Akan kelihatan kalau dia tidak independen nanti,” ujarnya.

Dilema Anggota Polri

Menurut Arsul, Firli tidak perlu dilematis dalam bersikap dan bertindak sebagai Ketua KPK meskipun dirinya masih tetap anggota Polri.

“Ya itu tadi sekali lagi menurut saya menjadi semacam peringatan bagi Pak Firli bahwa ada potensi semacam itu. Tetapi Pak Firli tantangannya harus keluar dari dilema itu,” sarannya.

Arsul meyakini, Kapolri tidak akan pernah mengintervensi KPK lantaran kebijakan Kapolri yang menginginkan institusinya bersih.

“Saya yakin dengan tekad Kapolri sendiri yang ingin institusinya bersih. Bersih itu kan termasuk membersihkan termasuk membersihkan kasus-kasus yang ada,” ucapnya.

Arsul mengungkapkan, dirinya tidak mempermasalahkan Ketua KPK berasal dari institusi Polri.

“Seharusnya tidak ada masalah seandainya Pak Firli tidak ragu. Kalau menjadi masalah seharusnya penyidik Polri yang ada di KPK itu dipensiunkan semua saja. Ada jaksa juga di sana, tapi kan tidak bisa seperti itu. Buktinya pada pimpinan KPK periode lalu ada kasus simulator SIM yang melibatkan petinggi Polri namun penyidiknya yang berasal dari Polri masih tetap bisa profesional sehingga kasusnya tetap berjalan,” jelasnya.

Mundur Sebagai Bentuk Etika Politik

Menurut Arsul, Firli tidak perlu mundur dari institusi kepolisian lantaran dirinya tidak merangkap jabatan.

“Pak Firli kan tidak merangkap jabatan jadi dia tidak perlu mundur. Kita ikuti UU-nya saja, kalau UU-nya mengatakan dia harus mundur ya mundur, kalau ternyata UU-nya menyatakan tidak perlu, ya tidak perlu mundur. Bahwa itu rangkap jabatan ya tidak karena setelah nanti dilantik sebagai Ketua KPK jabatan Kabaharkam akan ditinggalkan. Jabatan Pak Firli kan hanya satu, Ketua KPK bahwa betul ia adalah anggota Polri,” terangnya.

Lebih lanjut Arsul juga meyakini, Firli tidak akan pilih kasih terhadap penyidik Polri di KPK.

“Saya hanya ingin memegang apa yang Pak Firli pernah sampaikan, close your friend, closer your enemy itu yang akan saya pegang. Jadi nanti apabila Pak Firli ternyata pilih kasih, kemudian ‘menghabisi’ penyidik non Polri itu nanti akan kita persoalkan. Tapi kita harus berbasis data tidak boleh berbasis kekhawatiran dan asumsi semata,” pungkasnya. LN-RON

Fri Nov 22 , 2019
Surabaya, LiraNews – Kembali Tim Anti Bandit (TAB) Unit Reskrim Polsek Benowo telah mengungkap perkara tindak pidana penyalagunaan narkoba golongan 1 yakni sabu. Dari hasil ungkap itu polisi mengamankan Fathul Qomar ( 26 ) warga Sukolilo Baru Gang 1B/34 RT. 01 RW. 02 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak Kota Surabaya […]