Askot PSSI Surabaya Gelar Liga Non ABPD

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Kompetisi pembinaan sepak bola Liga Askot Surabaya 2020 terselenggara ditandai dengan sepakan kickoff Ketua Askot PSSI Surabaya Mauritz Bernhard Pangkey di Stadion Kodam V Brawijaya, Minggu (8/3/2020).

Pagelaran yang didukung oleh Parrot Chocolate, Le Minerale dan Bulls ini digelar serentak di 5 venue stadion di antaranya Stadion Kodam V, Lapangan Poral, Lapangan Jelidro, Lapangan Klakahrejo, dan Lapangan PORRS.

Adapun pertandingan di Liga Askot melibatkan sekitar 30 klub internal askot di kelompok umur (KU) 13, KU-15 dan KU-17. Sejumlah tim terbagi dalam beberapa grup, mulai Grup A hingga Grup E dengan lima hingga enam pertandingan di hari Sabtu dan Minggu yang bergulir pada 7 Maret sampai dengan 31 Agustus mendatang.

Ketua Askot PSSI Surabaya, Mauritz Bernhard Pangkey mengaku bersyukur Liga Askot bisa terselenggara dengan kemasan yang baru serta lebih segar, modern juga kekinian. Berkat dukungan sponsor dan peserta yang mengikuti ketentuan, Liga Askot berjalan semarak dan menjadi pesta buat kalangan sepak bola akar rumput atau grassroot.

Terlebih, setiap pertandingan ditayangkan secara live youtube oleh tim siaran yang cukup mumpuni yakni SWA TV, dari Smekdors atau SMK dr. Soetomo.

“Masyarakat luas bisa menyaksikan, sekaligus memantau perkembangan permainan sepak bola anak-anak asal Surabaya,” ujar pria yang biasa dipanggil Champ ini.

Champ mengakui, pihaknya juga panitia tidak mudah untuk mempersiapkan ajang tahunan ini. Demi mematangkan kompetisi yang pernah jadi awal karier pemain berlabel Timnas Indonesia seperti M Supriadi, Koko Ari, dan Rizky Ridho ini, panitia terpaksa harus ‘berdarah-darah’ terkait urusan pendanaan.

Sebagai nakhoda Askot PSSI Surabaya, Champ sangat menyayangkan tidak adanya bantuan atau dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya atau Pemkot Surabaya lewat anggaran pembinaan yang lazimnya tersalurkan. Bahkan, sudah sekira tiga tahun terakhir Askot PSSI Surabaya bergerak mandiri untuk menggalang sponsor.

“Kami tidak tahu kenapa tidak dapat suport dari Dispora Pemkot Surabaya. Semoga ajang tahun ini bisa menjadi perhatian mereka,” ujar Ketua umum PS (Persatuan Sepakbola) Maesa ini.

Alhasil, lantaran tidak mendapat sepeserpun bantuan dari Pemkot Surabaya, Liga Askot Surabaya 2020 terpaksa bergulir secara mandiri dengan cara urunan anggota, serta dari sponsor.

Padahal menurutnya, pemerintah daerah bisa ikut memberi dukungan, mengacu dari Instruksi Presiden nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional.

“Karena tidak ada dukungan pemkot, kami dari Askot bergerak ke sana-ke mari cari sponsor. Syukurlah kami dapat dana untuk menggulirkan liga ini,” jelasnya. LN/Alamuddin

banner 300x250

Related posts

banner 468x60