Astaga ! Perusahaan Batako Diduga Buang Limbah di Halaman Sekolah

  • Whatsapp
banner 468x60

Gresik, LiranNews– Limbah industri Perusahaan Batako diduga dibuang sembarangan di lahan sekolah dasar yang berada di pemukiman warga, Limbah ini diketahui mengandung senyawa kimia, dan masuk dalam kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pada hari Jumat siang tanggal 16 Oktober 2020 di lokasi, didapati pembuangan (dumping) limbah berada di halaman sekolah, tepatnya di salah satu MI ( Madrasah Ibtidaiyah) di desa Dungus Kecamatan Cerme – Gresik. Tampak sisa-sisa beton batako segar yang masih basah dan kering serta banyaknya debu  berserakan di atas lahan halaman sekolah madrasah tersebut.

Menurut salah satu pengurus Yayasan mengatakan, limbah yang di buang di halaman sekolah tersebut atas permintaan pengurus Yayasan. Dirinya bersama pengurus Yayasan yang lain meminta kepada PT. SPS agar membuang dumping di halaman sekolah sebagai dasar urukan. Selanjutnya, akan di berikan sirtu diatas dumping tersebut.

“Sampean jangan mencari cari masalah, kita yang minta kepada pihak pabrik agar batako yang rusak di buang di sini untuk di jadikan urukan,” terang Asman yang notabene adalah ketua Yayasan yang menaungi MI. Matholiul Falah.

Lanjutnya, pembuangan limbah batako  adalah perbuatan yang legal (tidak melanggar hukum). Dia juga tidak takut jika masalah ini di bawa ke jalur hukum. Sambil berteriak teriak seakan dirinya orang kuat yang kebal akan hukum.

“Saya tidak takut meskipun di laporkan ke polisi. Ini sudah ada persetujuan dari Kepala Desa ( Didik),” pungkasnya.

Saat awak media serta tim investigasi tim mendatangi lokasi PT. SPS (Surya Purnama Semesta) di Jl. Raya Dungus Cerme KM No.18, yang diduga sebagai pelaku pembuangan limbah untuk mengkonfirmasi perihal dumping limbah tersebut, tetapi tidak satu pun pihak perusahaan yang dapat ditemui. Nampak hanya karyawan yang sibuk bekerja tanpa menghiraukan awak media yang akan konfirmasi terkait dumping yang di buang di halaman sekolah Desa Dungus.

Pembuangan dumping batako ini kiranya mengundang reaksi keras Sahar sulur. Sebagai Ketua LSM GCW (Gresik  Corruption Watch), Sahar Sulur mengatakan, dirinya sudah tahu keberadaan lokasi dumping limbah ini. Awal diketahui bermula dari informasi masyarakat mendapati sebuah halaman sekolah yang dipergunakan untuk penempatan material sisa-sisa produksi pabrik batako. Sulur sapaan Sahar Sulur menduga praktik ini sudah lama lolos dari pantauan KPLHI maupun petugas yang berwenang.

“Lokasi ini berada ditengah pemukiman penduduk. Pastinya mereka akan mendapatkan dampak dari kegiatan pabrik ini. Kita khawatirkan juga, kalau hujan lebat, aliran air itu berakhir di muara sungai atau laut sehingga sudah pasti mencemari sungai dan laut,” ucap Sulur.

Sulur juga menjelaskan pengelolaan limbah industri tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Pasalnya, dumping limbah dapat menyebabkan kerusakan tanah yang lama kelamaan akan  berimbas pada kualitas air di sekitar area.

Selain itu, Sulur juga mengatakan bahwa hampir di setiap tempat di daerah kecamatan Cerme dan Menganti berpotensi menjadi lokasi untuk kejahatan lingkungan dan rawan menjadi lokasi dumping limbah dikarenakan banyak terdapat kawasan industri berat dan jauh dari pantauan.

“Kami sangat menyayangkan adanya temuan ini. PT ini bisa dijerat dengan dugaan pencemaran lingkungan dan bisa dikenakan pasal 102 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai hal ini,” katanya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60