Atas Laporan Satgas Pemantau Lira, Akhirnya Tim Verifikasi Tahap II Program SSC Di Berhentikan Pemkot Surabaya

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, Liranews – Sabtu siang (17/10/2020) satgas pemantau LIRA menerima surat pemberhentian tim verifikasi Surabaya Smart City (SSC) dari Bawaslu kota Surabaya. Pemberhentian yang di lakukan oleh Kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau Kota surabaya ini adalah salah satu respon dari laporan Satgas Pemantau LIRA Surabaya.

Dalam surat pemberhentian nomer: 800/82860/436.7.4/2020 ada empat tim verifikasi yang di berhentikan sebagai pelaksana tim verikifikasi tahap II lomba surabaya smart city kota Surabaya tertanggal 8 oktober yang di tanda tangani langsung kepala dinas Anna Fajratin AP,MM. Namun Didalam surat tanggapan Yang dilakukan oleh TRI RISMAHARINI dikatakan Keempatnya tidak satupun berasal dari unsur ASN Pemerintah Surabaya, melainkan kader lingkungan yang berasal dari warga,

Berikut nama nama yang di berhentikan
1. Prahmana Riza koordinator wilayah surabaya selatan
2. RA. Deetje Ariningsih koordinator kecamatan gayungan
3. Hari Mursito koordinator kecamatan sawahan
4. Rudyono Stephanus. M Koordinator kecamatan wonokromo

Abdul Haris, SH, ketua satgas pemantau mengatakan Bahwa menurut kami, ada atau tidak ada pemecatan, itu tidak menghilangkan dugaan unsur pidana atau pelanggaran pemilu lainnya, karena itu kami berharap kepada GakKumDu untuk bisa menyikapi secara proporsional dan profesional atas dugaan tindakan oknum-oknum yang terlibat penyalahgunaan program pemkot untuk kepentingan politik, baik yang di depan layar atau yang di belakang layar.

“Karena kami team Satgas Pemantau LIRA masih meragukan pemberhentian yang tidak melibatkan unsur ASN pemkot satupun,” tegasnya.

Lokasi pelaksanaan program SSC yang ditenggarai kepentingan politik oleh salah satu paslon wali kota surabaya terjadi di Kelurahan Balas klumprik RT 03 RW 02.

Terpisah Team Anev Satgas Pemantau LIRA M.Anas Faturozi SH juga ikut menanggapi surat pemberhentian yang melibat oknum di luar pemkot

“Pemberhentian yang dilakukan oleh Kepala Dinas kebersihan Ruang Terbuka Hijau saya rasa ada kejanggalan dimana tiba-tiba dilakukan Pemecatan sebelum ada Proses Penyidikan terlebih dahulu, dan juga menurut data informasi yang kita punya bahwa ada kurang lebih 7 orang yang menjadi team juri tapi ini kenapa yang di berhentikan kok cuman 4 orang saja, kemudian yang 3 orang lagi kemana, masa semua team juri dari unsur masyarakat dan tidak ada unsur dari ASN atau PNS? tapi kami mengapresiasi atas Tindakan langsung dari dinas terkait, ini bentuk tanggung jawab atas setiap oknum yang memanfaatkan program pemkot demi kepentingan politik harus di sanksi, sesuai jenis pelanggarannya, apapun kegiatan pemkot harus bersih dari kepentingan unsur politik manapun,” tegasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60