Atasi Kelangkaan Masker, F-PKB Dorong Semua Pihak Rangkul UMKM

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Kelangkaan dan melonjaknya harga Masker, pakaian hazmat atau alat pelindung diri (APD) dan lainnya sampai saat ini masih terjadi di berbagai daerah.

Padahal, Masker saat ini sangat dibutuhkan masyarakat dan pakaian hazmat wajib digunakan para tenaga medis yang berada di garis terdepan menangani virus Corona (Covid-19).

Read More

banner 300250

Untuk mengatasi persoalan itu, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) di Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, merangkul semua pelaku UMKM dan IKM di Indonesia.

“Saya mengajak dan merangkul Khususnya para pelaku UMKM di daerah untuk memaksimalkan kreatifitasnya untuk memproduksi APD (alat Pelindung Diri), Masker dan lainnya,” kata Nasim Khan di Jakarta, Minggu (05/04/2020).

Apabila pelaku UMKM dan IKM diberdayakan, kata Nasim Khan, tentu kebutuhan Masker dan APD di Indonesia bisa terpenuhi dan angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan serta para pelaku UMKM dan IKM juga bisa terbantu usahanya.

“Untuk membantu UMKM dan IKM agar tetap hidup dan juga Untuk (memenuhi) kebutuhan bangsa sendiri dan kalau hasilnya lebih, kita bisa eksport,” katanya.

Wabendum DPP PKB ini optimis pelaku UMKM dan IKM Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dengan cepat apabila didukung oleh seluruh sektor terkait.

“Hilangkan pikiran kepentingan golongan dan politik, saatnya kita bersatu untuk indonesia,” katanya.

Untuk itu, Bang NK, Sapaan akrab Nasim Khan meminta pemerintah segera memberikan pengetahuan dan bahan tambahan agar hasil produksi pelaku UMKM dan IKM bisa memenuhi standart SNI.

“Saya juga berharap semua pihak, khususnya pemerintah di kementerian bisa memberi pelatihan dengan maksimal dan membeli, mengambil hasil karya mereka semua sesuai standart umum,” ucap Bang NK.

Selama periode 2014-2019, dia dan tim NKI ikut mengawal dan menyerahkan bantuan baik pelatihan atau pun alat usaha kepada para pelaku UMKM, IKM dan Wirausaha pemula dari program – program Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN.

“Insha Alloh mereka sekarang sudah terampil, sekarang kita berdayakan mereka untuk membuat masker, APD dan lainnya yang saat ini sangat dibutuhkan,” kata Bang NK.

Putra daerah asal Dapil Jatim III (Situbondo, Bondowoso dan banyuwangi) ini mengaku akan menggunakan seluruh gaji bulanannya untuk membeli semua masker dan APD hasil karya pelaku UMKM dan IKM asal Dapilnya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini, NKI sudah membagikan Masker, Hand sanitizer, sembako dan vitamin ke masyarakat, kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke berbagai daerah di Dapil kami,” kata Bang NK.

“Saya pribadi masih akan membeli semua hasil karya Pelaku UMKM dan IKM asal Dapil saya, niatnya untuk kemanusian, untuk teman-teman UMKM (yang akan menjual Masker atau APD), bisa menghubungi Contact person NKI Instute (Nasim Khan Institute) atau mengirim pesan ke medsos kami, tweeter @nasimkhanNKI, Instagram, @nasim_khan_institue atau Facebook, Nasim Khan Institute,” ungkapnya.

Nantinya, kata Bang NK, Masker dan APD yang telah dibeli, akan disalurkan ke masyarakat di daerahnya secara gratis.

“Akan kami sebarkan dalam waktu secepatnya kepada seluruh masyarakat, kami akan bersenergi dengan pemerintahan kabupaten, TNI POLRI, DPC PKB Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, temen – temen Jurnalis, LSM, Sahmasy, Perangkat desa serta komunitas-komunitas sosial binaan kita,” katanya.

Pada kesempatan ini, Bang NK juga mendorong pemerintah untuk menjajaki kerjasama bilateral dengan berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini dilakukan agar Indonesia tidak terlalu bergantung dengan negara tersebut.

Menurut Bang NK, kerjasama itu bisa menjadi alternatif ketika negara – negara yang sudah melakukan kerjasama dengan indonesia mengalami kendala, seperti kelangkaan barang, lonjakan harga atau kendala teknis lainnya.

“Selama ini kita hanya membuka hubungan dengan negara luar yang terbatas, jangan terpaku pada beberapa negara saja. Nah, ini penting, ke depan kita harus bisa membuka segala hubungan keluar, baik ekport import,” katanya.

Bang NK meminta agar Menteri BUMN, Erick Thohir untukĀ mempertimbangkan pelanggan 1.300VA agar dapat memberikan keringanan biaya listrik.

Sebab, kata Bang NK, pelanggan golongan 1.300 VA jumlahnya sangat banyak dan mereka juga terdampak virus corona.

“Untuk listrik agar pemerintah memperhitungkan keringanan yang 1300 VA, karena masyarakat saat ini mayoritas menggunakan segitu dibandingkan listrik 450VA dan 900VA,” kata Bang NK.

Bang NK, juga meminta seluruh rumah sakit, khususnya rumah sakit BUMN harus menerima dan merawat pasien yang terjangkit maupun indikasi terkena virus corona.

“Seluruh rumah sakit BUMN dan lainnya agar bisa maksimal menerima semua masyarakat yang terdampak covid-19 secara protokol standart,” katanya.

Nasim Khan juga mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan social distancing atau membatasi interaksi sosial untuk mencegah penularan virus Covid-19.

“Diharapkan masyarakat mulai sadar dan paham, ini untuk menjaga penyebaran Covid-19, karena semua ini adalah teguran, cobaan kita bersama,” ucapnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60