Awas! Premanisme Jalanan Kerap Terjadi di Exit Tol Palimanan, Sebelum Lampu Merah Arjawinangun

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Aksi premanisme dan pemerasan masih sering menimpa para sopir di jalanan.

Seperti yang kerap terjadi di kawasan Exit Tol Palimanan arah Jakarta, tepatnya sebelum lampu merah Arjawinangun. Para sopir angkutan barang, baik truk maupun pick-up sering menjadi korban pemerasan di kawasan tersebut.

Seperti dituturkan korban bernama Damanhuri. Sopir angkutan barang ini mengaku kerap dipaksa berhenti oleh sekelompok preman yang terkadang memakai modus sebagai penjual minuman.

“Mereka kemudian memaksa berhenti. Sampai digedor-gedor pintu kaca mobil. Kalau enggak berhenti bisa pecah kaca mobil digedor. Bahkan kalau kita tak mau berhenti, dikejar juga,” tuturnya.

Setelah berhenti, lanjut Damanhuri, para preman itu kemudian secara paksa meminta uang yang mereka sebut “uang pengamanan.”

“Kadang minta Rp50.000. Saya pas tidak ada uang, sisa uang cuma Rp35.000 dirampas semua. Malah kadang ada yang dipaksa Rp100.000. Padahal kita tidak pegang uang dirampas juga,” tutur Damanhiri yang sudah dua kali menjadi korban.

Perlu di catat, para preman itu kerap melakukan aksinya di kawasan Exit Tol Palimanan arah Jakarta, tepatnya sebelum lampu merah Arjawinangun. Di kawasan itu ada pos di kiri dan kanan jalan.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus (BP) DBOKC-FSPTSI KSPSI, IKA Rostianti mengatakan, aksi premanisme semacam ini tak dapat dibiarkan terus terjadi.

“Bayangkan saja, uang dirampas. Kalau bolak balik lewat situ, ya abis uang jalan,” ujar Ika.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi sopir itu mata pencaharian yang halal, tapi alangkah teganya dirampas oleh preman.

“Padahal sopir adalah pahlawan logistik. Tapi uang dirampas preman di jalan. Kadang sampai Rp100 ribu, saingan sama Dishub,” ujar Ika kesal.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60