Bamsoet Minta Advokat Bela Masyarakat Kecil Pencari Keadilan

  • Whatsapp
Bambang Soesatyo
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Advokat sebagai provesi pembela keadilan harus memegang pijakan moral, bukan hanya membela klient semata.

“Diatas hukum masih ada kemanusiaan yang menjadi landasan dalam mendistribusikan keadilan,” ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kepada LiraNews, Kamis (13/2/2020).

Read More

banner 300250

Bamsoet menyebut tertib hukum harus menjadi budaya masyarakat, maka ia tak boleh menjadi alat represif yang menakutkan. Nah, para Advokat harus menjadi cerminan hukum itu sendiri.

“Ibarat kata, menegakan hukum tak boleh dengan cara melanggar hukum, dan menegakan keadilan tak boleh dengan mengabaikan nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Politikus Partai Golkar ini berharap para Advokat bisa menyediakan pelayanan hukum yang murah, cepat, dan sederhana. Jangan jauh dari rakyat kecil yang butuh akses keadilan.

Ia menyebut masih banyak masyarakat bawah yang terjerat kasus hukum, dan tidak bisa membela diri lantaran ketiadaan biaya.

“Advokat harus menyediakan diri menjadi Advokat pro-bono membantu masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Secara regulasi, kata Bamsoet, Advokat pro-bono merupakan amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Katanya, di Pasal 22 ayat 1 UU Advokat disebutkan Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Dengan ketentuan lebih lanjut diatatur dalam Peraturan Pemerintah No. 83 tahun 2008.

“Para Advokat tentu sudah memahami berbagai tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam UU Advokat. Tak hanya ketentuan yang memudahkan kerja, para Advokat juga tidak boleh melupakan kewajibannya menyiapkan diri menjadi Advokat pro-bono,” tuntas Bamsoet.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60