Bangkit Dari Mati Suri, Merpati Nusantara Terbang Kembali

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) setelah lima tahun mati suri akhirnya bangkit kembali setelah mendapat suntikan modal dari 10 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Yakni PT Garuda Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri dari Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Sebagai bentuk mendukung komitmen restrukturisasi bisnis MNA, dimotori oleh Garuda Indonesia. Kesepuluh perusahaan BUMN tersebut menjalin kerja sama strategis dengan MNA, dengan memberi pekerjaan meliputi bidang Pelayanan Kargo Udara, Ground Handling, Maintenance Repair & Overhaul (MRO) dan Training Center.

Dalam hal kerja sama pengelolaan usaha maintenance, repair, and overhaul (MRO), Merpati Nusantara juga bertindak sebagai agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN yang difasilitasi oleh MRO Merpati Nusantara Group dan Garuda Indonesia Group.

Sedangkan dalam usaha training centre, Garuda Indonesia akan berpartisipasi dalam mengelola pusat pendidikan milik Merpati Nusantara agar ke depannya unit usaha ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan besar Merpati.

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara bersama dengan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha dan direksi BUMN lainnya yang turut terlibat, serta disaksikan langsung sejumlah Deputi Kementerian BUMN.

Garuda Indonesia Group bersama dengan beberapa BUMN lainnya seperti Semen Indonesia, Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PLN akan mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang (kargo) di wilayah Papua.

“Komitmen sinergi kerja sama bisnis ini kami harapkan dapat menjadi momentum penting bagi Merpati Nusantara kembali beroperasi dan mengembangkan bisnis ke depan bersama dengan BUMN lain dalam semangat sinergi BUMN,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Rabu (23/10/2019).

Maskapai pelat merah itu sejak 2014 terpaksa harus menghentikan operasi lantaran terbelit utang hingga Rp 9,9 triliun. Padahal, sejak 1962 maskapai tersebut telah menghiasi langit Indonesia. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60