Banyaknya Baliho Puan Maharani di Jatim, Utut Adianto: Bentuk Pengenalan Diri

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP Utut Adianto angkat bicara terkait banyaknya baliho Puan Maharani yang terpasang di Jawa Timur (Jatim).

Menurut Utut, baliho Puan Maharani tersebut merupakan bentuk pengenalan dirinya pada masyarakat Jatim, sekaligus bentuk kesiapan Puan apabila memang nantinya ditunjuk sebagai capres atau cawapres dari PDI Perjuangan (PDIP).

Read More
banner 300250

“Kalau baliho Mbak Puan di Jatim, pertama, Mbak Puan kan Ketua DPP Bidang Politik, ini juga menunjukkan kesiapan beliau kalau beliau memang ditunjuk dan juga pengenalan, kan memasang baliho di mana saja boleh,” kata Utut kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (14/6/2021).

Namun, Utut memastikan, Puan Maharani saat ini tetap fokus berkonsentrasi sebagai Ketua DPR RI.

“Tetapi sekali lagi, saya pastikan saat ini Mbak Puan sedang berkonsentrasi penuh untuk tugasnya sebagai Ketua DPR RI, Ketua DPR ini kan banyak turbulensinya,” ungkap Ketua F-PDIP DPR RI ini.

Utut mengungkapkan, banyaknya baliho yang terpasang di Jatim karena di daerah tersebut Proklamator RI lahir dan Puan Maharani cenderung masih kurang dikenal di Jatim karena Jatim bukanlah daerah pemilihannya.

Utut menyebut, Dapil Puan adalah di Jawa Tengah (Jateng). Oleh karenanya nama Puan lebih terkenal di Jateng.

“Kalau ini kan begini, di Jateng Mbak selama ini berasal daerah pemilihannya berada di sana, relatif sudah dikenal, daerah lain yang pemilihannya relatif banyak juga Jatim dan Jabar. Dan di sana juga Bung Karno lahir dari sana. Jadi kalau baliho ada saja rasa ada momentum orang pasang baliho,” beber mantan Menko PMK ini

Utut memastikan, tidak ada yang perlu dirisaukan dengan kehadiran baliho tersebut di Jatim.

“Jadi kita sambut gembira saja, ini bagian dari sesuatu yang tidak perlu dirisaukan,” tegas mantan pecatur nasional ini.

Lebih lanjut, Utut memastikan, pemasangan baliho tersebut murni merupakan inisiatif para ‘kader banteng’ di Jatim.

“Yaiyalah, kan tak mungkin atas perintah Mbak Puan, tak mungkin juga atas perintah Pak Utut,” pungkas Utut Adianto. LN-RON

Related posts