Barang Milik Pedagang Pasar Srimangunan Sampang Sering Hilang, Bupati LSM LIRA Angkat Bicara

Gravatar Image
  • Whatsapp

Sampang, LiraNews – Barang-barang jualan milik pedagang di pasar Srimangunan Sampang hilang, pasalnya keamanan dipasar Srimangunan tersebut diduga tidak maksimal.

Seperti halnya menimpa sasmiati barang-barang dagangan nya hilang dan sangat menyayangkan atas kejadian ini.

Read More
banner 300250

“Sekelas pasar Srimangunan ini penjagaannya harus lebih di maksimalkan karna ini pasar yang lumayan besar dan cctv-nya harus diperbanyak agar tidak terjadi kehilangan berikutnya,” ucapnya Kamis (13/1/22) pada saat wawancarai awak media di lokasi.

Menurut Sasmita kehilangan ini bukan yang pertamakalinya, melainkan sudah ke tiga kalinya barang milik nya hilang yang diduga kuat diambil maling.

“Maka dari itu saya minta pihak kepala pasar harus bertanggung jawab atas kejadian ini karna saya juga bayar uang pajak buka toko di pasar ini,” tegasnya.

Ia berharap dengan kejadian ini petugas pasar Srimangunan ini agar diperketat lagi dan lebih di maksimalkan kembali.

“Saya berharap dengan kejadian ini keamanan ditingkatkan kembali, cctv ditambah karena melihat pasar yang begitu besar namun cctv hanya beberapa saja,” pungkasnya.

Sementara Kepala pasar Srimangunan bapak Fendi saat dikonfirmasi lewat WhatsApp (WA) oleh wartawan liranews dirinya menuturkan bahwa belum ada laporan kehilangan.

Sementara kejadian ini sudah berkali-kali terjadi kehilangan dagangan milik pedagang tersebut.

“Kami belum menerima laporan kehilangan mas,” ucapnya.

Terpisah sudar Bupati lira kabupaten Sampang sangat menyayangkan atas sering terjadinya kehilangan di pasar Srimangunan ini karna sekelas pasar Srimangunan yang berada di tengah tengah kota masih saja sering terjadi barang barang hilang.

“Saya sangat menyayangkan atas kejadian ini mas, sekelas pasar Srimangunan yang berada di tengah-tengah kota masih saja sering terjadi kehilangan lucu kan,” tegasnya.

Menurutnya permasalahan ini harus disikapi serius oleh pihak pasar Srimangunan, karena itu juga termasuk hak kewajiban pedagang.

“Jika hanya dibiarkan tanpa ada langkah serius dari pihak pasar berarti itu ada faktor kesengajaan, karena bukan satu kali tapi sudah berkali-kali terjadi,”pungkasnya. LN-TIM

Related posts