Baru Dibangun Sudah Retak, HM. Jusuf Rizal: Proyek Betonisasi Jalan Ciruas-Lebak Wangi Rp48,3 Miliar Perlu Diaudit

  • Whatsapp
Presiden LSM LIRA, Sekjen MOI, DRS HM Jusuf Rizal MSi
banner 468x60

Serang, LiraNews – Presiden Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Indonesia, Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, SH, M.Si mempertanyakan kewajaran proyek pembangunan jalan betonisasi penghubung Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Lebak Wangi, Serang, Banten.

Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan sumber dana APBD-DAU Serang 2020 itu menelan biaya Rp48,3 miliar. Anehnya, jalan beton itu sudah retak padahal baru dibangun dan sekarang masih dalam proses pekerjaan.

Read More

banner 300250
Presiden LSM LIRA, Sekjen MOI, DRS HM Jusuf Rizal MSi

HM. Jusuf Rizal selaku Presiden LSM LIRA yang juga Sekjen DPP Media Online Indonesia (MOI) mendapat banyak laporan, bahwa pemasangan ukuran besi dalam proyek itu diduga berbeda dan tidak seimbang.

Ukuran besi sebelah kanan dan sebelah kiri berbeda. Ukuran besi sebelah kanan lebih besar dibanding ukuran besi yang sebelah kiri. Akibatnya bangunan jalan betonisasi tersebut mengalami keretakan.

HM. Jusuf Rizal menuturkan, akhir-akhir ini banyak sekali keluhan warga masyarakat, khususnya warga Desa Cigelam dan Desa Pamong, Kec. Ciruas, karena akses jalan keluar masuk wilayah mereka tidak bisa di lewati.

Masyarakat harus jalan memutar dalam jarak yang cukup jauh. Salah seorang warga berinisial MN mengatakan, akses warga sangat terganggu akibat penutupan jalan di desa tersebut. Sebagai karyawan, MN mengaku produktivitasnya terhambat karena waktu untuk bekerja habis di jalan yang memutar.

Presiden LSM LIRA, HM Jusuf Rizal

HM. Jusuf Rizal menjelaskan, berdasarkan pengalaman LSM LIRA dalam mengawasi proyek pembangunan jalan yang mengalami kerusakan di berbagai daerah biasanya terjadi penyimpangan.

Pertama, penyimpangan itu bisa terjadi karena adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pelaksanaan tender proyek tidak profesional. Bisa jadi ada titipan sehingga Anggaran yang semestinya Rp48,3 miliar namun realisasinya di bawah itu.

Kedua, karena biayanya berkurang maka pelaksana proyek putut diduga dilakukan penurunan kualitas pekerjaan. Mulai dari campuran semen yang tidak wajar, bahan besi yang lebih kecil, mengurangi volume (panjang dan lebar) hingga tenaga kerja, dan lainnya.

“Jika melihat hasil pembangunan seperti itu, patut diduga pengerjaan proyeknya bermasalah. Tidak hanya, pada saat tender, tapi juga Pelaksanaan dan pengawasan yang lemah,” tegas Jusuf Rizal.

Presiden LSM LIRA, HM Jusuf Rizal (tengah) bersama Yossy S Manoppo dan Steven A Liow.

Pria berdarah Batak-Madura ini meminta pengerjaan proyek tersebut perlu dilaporkan kepada instansi terkait, untuk dilakukan audit investigasi. Apalagi proyek yang baru dibangun sudah retak-retak.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60