Bawaslu: Pilgub Lebih Rawan Dibanding Pilkada Kabupaten/Kota

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Pemilihan kepala daerah provinsi atau pemilihan Gubernur (Pilgub) dinilai lebihbrawan kecurangan dibanding pemilihan kepala daerah kabupaten dan kota.

“Berdasarkan hasil penelitian Bawaslu, rata-rata penyelenggaraan pilkada di kabupaten/kota berada dalam kategori rawan sedang dan penyelenggaraan pilkada provinsi masuk dalam kategori rawan tinggi,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan saat peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2020 di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Read More

banner 300250

Abhan menjelaskan, sembilan provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur memiliki skor rata-rata 73,8 yang masuk dalam kategori tinggi.

“Ini menandakan hampir seluruh indikator kerawanan berpotensi terjadi,” jelasnya.

Sedangkan untuk Pilkada kabupaten dan kota, lanjut Abhan, dimensi-dimensi kerawanannya memiliki skor rata-rata 51,65 yang masuk dalam kategori rawan sedang.

“Artinya, kerawanan pilkada di tingkat kabupaten/kota berada pada level 4 yang berarti lebih dari setengah indikator kerawanan berpotensi terjadi,” jelasnya.

Selanjutnya Abhan menerangkan, ada empat dimensi dan 15 subdimensi yang diukur sebagai cermin kerawanan penyelenggaraan Pilkada.

Berikut empat dimensi yang diukur dalam IKP Pilkada 2020:

1. Dimensi konteksi sosial dan politik dengan subdimensi keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara pemilu, otoritas penyelenggara negara, dan relasi kuasa di tingkat lokal;

2. Dimensi pemilu yang bebas dan adil dengan subdimensi hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi keberatan pemilu, dan pengawasan pemilu;

3. Dimensi kontestasi dengan subdimensi hak politik, proses pencalonan, dan kampanye calon;

4. Dmensi partisipasi dengan subdimensi partisipasi pemilih, partisipasi partai politik, dan partisipasi publik.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60