Benteng Budaya Indonesia Membentuk Karakter Bangsa Yang Bermartabat Sebagai Insan Budaya

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Dari paradigma budaya ini perlu membangun pola pikir yang positif untuk membuat paradigma baru untuk masyarakat Indonesia. Karena selama ini. mungkin karena terpengaruh yang sudah berjalan sehingga bangsa kita kehilangasn jati dirinya.

“Kita ingin mengangkat jati diri bangsa kita kembali. Termasuk ke depannya dalam bentuk program, salah satunya mengangkat harkat dan martabat insan budaya,” ujar Ketua Umum Yayasan Benteng Budaya Indonesia, Ruly Rahadian W.di gedung Perbanas, kemaren.

Karena, lanjutnya, sebagaimana diketahui masyarakat budaya Indonesia ini belum menganggap sejajar atau disetarakan antara provinsi yang lain secara professional, salah satunya gerakan kebudayaan Indonesia dan ekonomi agar masyarakat budaya ini menjadi masyarakat yang mapan.

Kemudian BBI mengemas kearifan-kearifan lokal yang sangat kaya dengan pendekatan yang mudah dicerna dan mudah diresapi oleh anak bangsa sehingga kita tampil lagi sebagai bangsa yang percaya diri dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

BBI yang diresmikan pada  7 Juli 2017 ini, akan membangun kemitraan dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dengan masalah pengembangan budaya .

“Misalnya, kita bicara budaya itu tidak hanya satu sisi seni tetapi bagaimana budaya itu membentuk karakter bangsa. Kita kenal juga korupsi sebagai budaya buruk bagi bangsa kita. Salah satu yang menjadi pertimbangan kita. Atau narkoba yang sekarang sedang mewabah,” katanya.

Ruly menjelaskan, untuk menjadi anggota BBI ini terbuka bagi siapapun yang peduli terhadap budaya bangsa. Dia berharap, BBI bisa berdiri juga lintas provinsi, karena masyarakat Indonesia sangat majemik sehingga menjadi masyarakat yang ideal

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat YBBI. HM Rizal Yusuf menjelaskan, YBBI merupakan gerakan masyarakat yang peduli kepada budaya. Kita berharap kehadiran organisasi sebagai benteng pertahanan dari berbagai budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Benteng itu pertahanan, dan kita berusaha bagaimana mempertahankan budaya Indonesia dari serangan-serangan budaya asing yang luar biasa. Sehingga itu bisa merubah peradaban kita. Kita sebagai rakyat Indonesi harus ikut mempertahankannya dan menjadi bagian dari benteng budaya Indonesia.

“Kita gelisah masuknya budaya asing yang tidak terkontrol melalui televise yang luar biasa. Saat ini, begitu kita jadikan benteng budaya Indonesia apa yang kita lakukan untuk bangsa ini. Kita akan berkonsentasi bagaimana menjadi budaya Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuhnya.

Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) yang biasa disapa JR ini menambahkan, tahap pertama program BBI perlu bergandengan dengan pemerintah bagaimana membuat program untuk menjadikan budaya Indonesia sebagai benteng untuk ketahanan bangsa.

BBI masuk ke desa-desa, karena desa sudah mulai tergiur dengan budaya asing. Tata karma sudah tidak ada lagi, semangat gotong royong yang menjadi budaya kita pun sudah mulai hilang. Kepedulian kepada masyarakat yang menjadi bagian semangat nasionalisme sudah mulai hilang.

“Saya berharap, jangan sampai nanti teman-teman yang sudah memiliki semangat ini kemudian hilang semangatnya. Prinsipnya kita harus maju dengan satu nusa satu bangsa, satu bahasa,” pungkasnya. LN-IKE

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jul 10 , 2017
LiraNews.Com