Bersama HM. Jusuf Rizal, Gus Jazil Dukung Jambore dan Deklarasi Hari Pengemudi Nasional

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Sejumlah komunitas pengemudi yang tergabung dalam organisasi Driver Biker Ojek Kamtibmas Community (DBOKC), Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menggelar Temu Akbar Lintas Pengemudi Indonesia Jambore Pengemudi Nasional (Jampenas) dan Deklarasi Hari Pengemudi Nasional (Harpenas) Pengemudi Indonesia di Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022).

Acara yang digagas KPH. HM. Jusuf Rizal itu dihadiri Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Dalam sambutannya, Gus Jazil mengatakan bahwa langkah persatuan dan perkumpulan para pengemudi ini bisa memberikan penguatan kepada para pengemudi Indonesia.

Read More
banner 300250

banner 300250

“Deklarasi Hari Pengemudi Nasional ini sesungguhnya adalah komitmen dari para pengemudi untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan. Para pengemudi ini hidupnya di jalan banyak risiko. Mereka adalah warga Indonesia, wajib hukumnya untuk menerima kejahteraan dan menerima keadilan,” ujar Gus Jazil.

Menurutnya, di era sekarang ini, kesempatan terbuka kepada kelompok-kelompok masyarakat, termasuk para pengemudi dan pekerja untuk dapat menyampaikan haknya. Sebab, konstitusi menjamin seluruh warga negara untuk berserikat dan berorganisasi.

Gus Jazil mengatakan, dengan bergabung dalam sebuah wadah organisasi, para pengemudi bisa mendapatkan perlindungan diri. Selain itu, melalui organisasi pekerja bisa digelar berbagai kegiatan yang memberikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pengemudi. Termasuk pelatihan digital teknologi untuk memudahkan laporan jika ada persoalan di jalanan.

Jazilul Fawaid alias Gus Jazil

”Ini bisa menjadi kekuatan yang solid. Mereka bisa memiliki solidaritas, loyalitas terhadap organisasi di antara yang ada ini bisa saling menghidupi. Apalagi ini ada koperasi. Hal penting pertama adalah peningkatan kapasitas SDM, pemberdayaan ekonomi, dan penyadaran terhadap aturan hukum,” urainya.

Hal terpenting lainnya, lanjut Gus Jazil, adalah bagaimana para pengemudi melalui komunitas atau organisasinya bisa memberikan kontribusi pada bangsa.

Dengan ditetapkannya Hari Pengemudi Nasional, Gus Jazil yakin semangat dan solidaritas para pengemudi akan semakin baik.

“Hal yang penting adalah bagaimana para pengemudi bisa meningkatkan kapasitas, semakin kuat agar para pengemudi Indonesia memiliki martabat dan kesejahteraan di masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, para pengemudi juga menyampaikan berbagai keluhan yang sering dihadapi di lapangan. Di antaranya seringnya terjadi pungutan liar petugas, bajing loncat, potensi kecelakaan lalu lintas, dan masih minimnya kesejahteraan yang diterima para pengemudi.

Ketua Umum FSPTSI-KSPSI HM. Jusuf Rizal meminta pemerintah memberikan perhatian kepada para pengemudi melalui regulasi yang berpihak pada mereka.

Selain itu, pria berdarah Batak-Madura itu meminta para pengusaha untuk memberikan perhatian, baik dalam hal keselamatan maupun kesejahteraan kepada para pengemudi.

”Para pengusaha ini banyak yang ingin untung banyak, tapi mengorbankan driver. Jangan sampai para pengemudin ini menjadi alat eksploitasi pengusaha oleh sistem kapitalis, oleh oligarki ekonomi dan kekuasaan,” kata HM. Jusuf Rizal.

Related posts