BNNP Jatim Gagalkan Peredaran Sabu 26 Gram

Gravatar Image
  • Whatsapp

Surabaya, LiraNews – Tersangka M. Tofik (37) asal Jalan Jagalan, Peneleh, Surabaya, Jamal (33) warga Tambakboyo, Desa Tambakrigadung, Tikung, Lamongan dan Rusli (48) asal Jalan Tenggumung Karya Lor, Surabaya ditangkap BNNP Jatim terkait peredaran sabu di Surabaya dan Lamongan. Mereka diamankan di tiga tempat berbeda, ada di warung kopi di daerah Tikung, Lamongan kota, dan Jagalan Surabaya. Pada Jum’at (24/9/2021).

Informasinya pelaku Tofik dan Jamal lebih dulu dibekuk petugas BNNP Jatim saat melakukan serah terima Narkotika jenis sabu di Tikung Lamongan. Pada saat digeledah dari keduanya ditemukan sebanyak 35 paket kecil yang dimasukkan dalam dompet warna hijau bertuliskan toko perhiasan emas.

Setelah di timbang, sabu tersebut total jumlah netto keseluruhan 2,637 gram. Petugas BNNP Jatim kemudian melakukan pengembangan penggeledahan di rumah tersangka Jamal yang lokasinya dekat warung, kembali ditemukan 41 paket sabu.

“Puluhan sabu dibungkus plastik dengan total berat netto 3,296 gram. Ditemukan diatas lemari kamar. Tersangka Tofik mendapatkan Sabu sebanyak 35 paket kecil tersebut dari kakaknya juga diperintahkan Rusli untuk mengirim Narkotika Sabu kepada pembelinya Jamal,” jelas Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M. Aris Purnomo, Rabu (29/9/2021).

Dalam penyidikan, tersangka Tofik mengakui, 41 paket sabu yang disita oleh petugas BNNP tersebut berasal dari tersangka yang dikirimnya sekitar 2 minggu yang lalu kepada Jamal. Dia bekerja sebagai kurir dan juga menerima pesanan sabu, dengan menerima upah dari Rusli Rp. 500.000, sekali kirim.

“Pelaku juga mengakui sudah 6 kali menerima pesanan dari Jamal. Sedangkan Jamal membeli sabu tersebut kepada Tofik dengan harga Rp.1.100,000, pergram, cara pembayarannya tunai setelah 2-3 hari barang tersebut dikirim,” tambah Aris Purnomo.

Sedangkan Jamal sendiri, mengakui sebelumnya telah membeli sabu tersebut kepada Tofik. Rusli yang dibekuk pada Jum’at, 24 September 2021 pukul 10.00 WIB di rumah kontrakannya di Jalan Tenggumung Karya Lor Gg. 10 mengakui jika sabu yang diserahkan Tofik kepada Jamal
adalah miliknya.

“Dalam penyidikan lanjutan, tersangka Rusli juga mengakui masih menyimpan sabu yang disembunyikan didepan rumah di Jagalan Gang VIl Surabaya. Selanjutnya petugas BNNP Jatim melakukan penggeledahan dirumah tersebut dan menemukan 3 bungkus Sabu dalam tas kresek hitam, total berat keseluruhan netto sebesar 26,216 gram,” imbuh Aris Purnomo.

Sedangkan tersangka Rusli mengakui mendapatkan barang haram itu dari pelaku A (DPO) dengan sistim ranjau. Dia membelinya seharga pergram Rp. 900,000. Kemudian dijual lagi dengan harga pergram Rp. 1.100,000. LN-HMS

Related posts