Bulan Bung Karno 2021, PDIP Kobarkan Semangat Indonesia Raya dari Desa

  • Whatsapp
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam sebuah acara rakyat (dok: LIRA)
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – PDI Perjuangan sangat bangga dengan identitas yang melekat sebagai GrassRoots Party, Partai Wong Cilik dengan Kader Partai yang menyebut dirinya sebagai kader desa.

Karena itu, perayaan Bulan Bung Karno yang dimulai dari peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni, lahirnya Bung Karno 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno 21 Juni, PDI Perjuangan memfokuskan diri dengan hadir di desa.

Read More

banner 300250

“Membangun spirit kemajuan dari desa dan mengembangkan desa sebagai taman sari peradaban nusantara,” papar Hasto di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Dengan hadir di desa dan bergumul dengan persoalan rakyat sehari-hari, jelas Hasto, maka apa yang dilakukan oleh Partai merupakan antitesa dari politik elektoral yang seringkali hanya berbasiskan popularitas semata.

Bagi Hasto, aspek elektoral sering dimanipulasi oleh pencitraan. Karenanya PDI Perjuangan membangun elektoral dengan basis kebudayaan, dengan basis kekuatan riil di akar rumput, dan dengan merasakan seluruh nafas keseharian rakyat guna menampilkan seluruh watak kekuasaan yang membumi.

“Dengan turun menyatu dengan rakyat, maka bahasa yang dipakai oleh anggota dan kader Partai adalah bahasa rakyat, bahasa kejujuran guna menyuarakan problematika rakyat, mencari solusi atas persoalan tersebut, namun tetap mengandung nafas kebudayaan masyarakat desa,” papar Hasto.

Ia pun memastikan PDI Perjuangan terus mengeskpresikan seluruh ke-Indonesia-an kita, yakni kebhinnekaan yang hidup di desa, semangat berdikari dari desa, budaya gotong royong penuh toleransi, hidup rukun dan kehidupan yang menjaga kelestarian alam raya dan seisinya dari desa.

Polutikus asal Yogyakarta ini menjelaskan, para kader PDI Perjuangan diajarkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tentang jati diri dan watak politik yang sebenarnya, yakni politik yang berbicara tentang keseharian rakyat.

Yakni politik yang memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau; politik tentang pentingnya kebersihan lingkungan hidup; politik menanam; politik yang membangun kesiapsiagaan rakyat terhadap bencana; politik yang membahas asupan gizi rakyat, politik kuliner, pariwisata, politik pendidikan, dan pendeknya watak politik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan rakyat.

“Seluruh ekspresi kebudayaan rakyat di desa, seperti budaya lesung, kuliner, seni, permainan anak dll akan ditampilkan selama Bulan Bung Karno,” tuntas Hasto Kristiyanto.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60