Bupati Lira Sebut Pdam Tirta Uli P Siantar Patut Setor Pajak Abt 100 Juta Per Bulan Ke Pemkab Simalungun

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Simalungun — Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Simalungun, Hotman Petrus Simbolon menilai, perlu dikaji ulang besaran setoran pajak distribusi Air Bawah Tanah (ABT) yang dibayarkan PDAM Tirta Uli Pematangsiantar kepada Pemkab Simalungun. 

“Setoran pajak ABT harus dikaji ulang karena hasil penjualan air bawah tanah yang didapat PDAM Tirta Uli sekitar Rp 2 miliar per bulan. Dengan kapasitas itulah makanya perlu dinaikkan setoran pajak ABT sampai Rp 100 juta per bulan,” ujar Hotman di Pamatangraya, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, Pemkab dan DPRD Simalungun sebaiknya mengkaji ulang pembayaran pajak distribusi ABT yang dikelola PDAM Tirta Uli. Besaran pajak Rp 32,5 juta per bulan dinilai terlalu rendah.

Dijelaskan, ada 7 umbul sumber mata air PDAM Tirta Uli di Simalungun yaitu, Mata Air Mual Goit di Jalan Parapat, Mata Air Habonaran di Panei Tongah, Mata Air Nagahuta I dan II di Nagahuta, Mata Air Nagahuta III dan IV di Nagahuta, Pompa Mata Air di Bah Rahu, Mata Air Nagahuta Batu V di Batu V dan Mata Air Aek Nauli di Panei Tongah.

Dua di antara sumber mata air itu, disebut mampu mengeluarkan kapasitas debit air mencapai 176, 92 liter/detik dan 173,84 liter/detik. Keduanya itu ada pada Mata Air Mual Goit dan Mata Air Habonaran.

Pajak distribusi ABT PDAM Tirta Uli dipandang sudah layak dinaikkan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Simalungun meningkat. Sangat disesalkan, katanya, bila PDAM Tirtauli meraup keuntungan besar, sedangkan Simalungun hanya dapat pajak sedikit. Padahal, sumber mata air berada di Simalungun.

“PDAM Tirta Uli setidaknya membayar pajak minimal Rp 100 juta perbulan kepada Pemkab Simalungun. Itu baru setara dengan kapasitas air yang diperoleh PDAM Tirtauli,” ungkap Hotman.

Sebelumnya, Kepala Bagian Keuangan PDAM Tirta Uli, Muliady di ruang kerjanya, Jumat (14/6/2029) mengatakan, selain menyetor pajak ABT Rp 32,5 juta per bulan, PDAM Tirta Uli juga menyetor pajak perjanjian sebesar Rp 11 juta ke Pemkab Simalungun. Total keseluruhan yang diterima Pemkab Simalungun sekitar Rp 43,5 juta per bulan.

Wajib setor pajak tersebut mengingat ada 7 umbul sumber mata air PDAM Tirta Uli yang lokasinya berada di Kabupaten Simalungun. Pembayaran pajak selalu lancar.

“Kita tidak pernah nunggak, selalu bayar terus,” tutur Muliady.

Sementara itu, setoran pajak ABT yang dibayarkan PDAM Tirta Uli ke Pemko Pematangsiantar, katanya, hanya sekitar Rp 10 juta per bulan dan tidak ada pajak perjanjian.

Sedangkan, jumlah total pelanggan PDAM Tirta Uli ada sekitar 67 ribu dengan rincian, kurang lebih 56 ribu pelanggan berada di Kota Pematangsiantar dan 11 ribu pelanggan di Simalungun. LN-HS

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Jun 19 , 2019
LiraNews.Com