Bupati LSM LIRA Gresik Sikapi Dugaan Pungli Pada Pelantikan Kades

Gravatar Image
  • Whatsapp

Gresik, LiraNews – Dugaan pungutan liar ( Pungli ) yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kabupaten Gresik pada pelantikan serentak 47 kepala desa pada 20 April lalu, menuai sorotan.

Bupati LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Gresik Muhammad. Amien, A.Md. menyingkapi, selama sudah dianggarkan tidak seharusnya diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Read More
banner 300250

banner 300250

“Jelas ini menyalahi aturan yang berlaku,” ungkap mantan ASN Pemkab Gresik, Minggu (15/5/2022).

Lebih lanjut ia menegaskan, tidak sepatutnya hal seperti ini dilakukan, apapun alasannya.

Apalagi Kepala Desa adalah BUPATI KECIL di tingkat desa, yang seharusnya urusan atribut
adalah bagian dari dinas terkait.

“Yang dimaksud disini bisa bagian perlengkapan atau instansi lain yang menangani, kalau begini. Kan terkesan jualan atribut,” katanya.

Karena, menurutnya, untuk menjadi kepala desa sudah keluar biaya banyak, ditambah lagi beban tarikan senilai 900 ribu per kepala desa, ini tak etis.

Amien meminta alat penengak hukum (APH) menjemput bola terkait dugaan pungli tersebut, dan di usut tuntas agar polemik ini segera selesai.

Sejatinya pelantikan kades ini berjalan aman aman saja, seiring berjalannya waktu persoalan ini muncul dan terendus, kemudian masuk ketelinga anggota dewan Gresik.

Polemik ini terungkap, ketika komisi I DPRD Gresik, yang membidani Hukum dan Pemerintahan melakukan hearing dengan mengundang Dinas PMD kabupaten Gresik, pada hari Kamis (12/5/2022) kemarin

Bermaksud untuk didengar dan dimintai keterangan, terkait dugaan pungutan pada Pelantikan 47 Kades pada 20 April 2022 yang lalu.

Namun Plt PMD kabupatem Gresik Suyono, saat itu berhalangan tidak bisa hadir.

Hasilnya, adanya dugaan pungli atribut dan dokumentasi senilai 42.3 juta yang dibebankan kepada 47 kepala desa yang dilantik, sebesar 900 ribu per kepala desa.

Kemudian anggaran 900 ribu itu, bukan hanya di gunakan untuk atribut, tetapi juga untuk cetak foto, dan pigura 16R.

Padahal ini acara resmi Pemkab Gresik, ada anggaran untuk pelantikan kurang lebih 130 juta bersumber dari APBD Gresik.

“Tetapi anggaran itu, tidak ada untuk beli atribut,” kata ketua komisi I DPRD Gresik, Sabtu (14/5/2022).

Sementara langkah-langkah yang diambil Ketua Komisi I DPRD Gresik Muchamad. Zaifuddin, S. Pd. adalah melanjutkan hearing kedua pada hari selasa (17/5/2022) besok.

Terpisah Plt PMD kabupatem Gresik Suyono , tidak bisa dihubungi baik melalui pesan singkat whatsapp maupun telepon whasappnya. Pada Hari Sabtu malam (14/5/2022).  LN-Heri

Related posts