Camat Lolak Prioritaskan Kedudukan Tapal Batas Di Lima Desa Dalam Wilayahnya

  • Whatsapp
banner 468x60

Sulut, LiraNews – Terkait administrasi dalam pemerintahan desa, yakni persoalan tapal batas antar Desa, menimbulkan keseriusan Pemerintah di tingkat Kecamatan. Memperjelas persoalan tapal batas antar Desa di maksud, Camat Lolak menggelar pertemuan di Kantor Desa Tuyat, dihadiri 5 (lima) Kepala Desa bersama Aparat Desa dan Tokoh masyarakat dari Desa masing-masing.

Camat Lolak kepada Awak Media menyampaikan, agenda pertemuan tersebut sangat penting, tujuannya agar dapat teridentifikasi lahan warga dan kemudian dapat di ketahui sudah berapa tahun menguasai lahan dalam pengolahan dari desa masing masing.

 

“Tertib Tapal Batas sangat penting, jangan sampai Administrasi Desa salah alamat, terkait pembayaran setoran Pajak atau jenis lainnya agar mudah dan bisa diketahui oleh masing-masing Desa,” jelas Camat Lolak Junius Mokoginta.

Dalam wilayah ke lima Desa tersebut, di dalamnya sekarang ini lagi gencarnya pemberitaan lewat beberapa media terkait adanya perombakan sekaligus pembongkaran Hutan Lindung (HL) Mangrove oleh salah satu pengusaha, (identitas pelaku sudah di kantongi oleh Petugas Kehutanan dan Gakum-red), dan sekarang kasusnya telah di tangani oleh Pihak Gakum Sulawesi Wilayah III di Manado, saat ditanya pada Junius Mokoginta, Camat Junius pun membenarkan, terkait pembuatan tambak oleh warga yang masuk dalam Kawasan Hutan Lindung (HL) Mangrov.

“Dengan ditemukannya permasalahan adanya kegiatan masyarakat dalam Kawasan Hutan Lindung Mangrove, mula utama yang harus didahulukan adalah pembenahan Tapal Batas Desa, jika hal ini tidak di selesaikan terlebih dahulu, maka akan berdampak lain dan akan mempengaruhi maksud dan tujuan Pemerintah kedepannya,” jelas Camat Lolak Junius Mokoginta.

Dilanjutkanya lagi bahwa dalam pemenuhan peningkatan ekonomi masyarakat di bidang budidaya Tambak Udang, sebagai Pemerintah di Tingkat Kecamatan berharap agar sebagian Kawsan Hutan Lindung (HL) Mangrove dapat diturunkan statusnya agar apa yang menjadi usaha masyarakat dapat di kembangkan.

Awak media menanyakan tentang perusakan dalam Kawasan Hutan Lindung Mangrove menggunakan alat berat, Camat mengatakan itu harus di proses sesuai aturan Hukum, sebab dalam Undang Undang Kehutanan sudah jelas aturannya.

“Intinya Camat sekarang melakukan langkah awal dengan memprioritaskan 5 (Lima) Desa menyangkut ketetapan tapal batas Desa di Wilayah Kecamatan Lolak terlebih dahulu, kelima Desa dimaksud adalah Desa Solog, Desa Diat, Desa Tandu, Desa Tuyat, dan Desa Lalow,” jelasnya. LN-Sutimin Tubuon

banner 300x250

Related posts

banner 468x60