Cara Hentikan Virus Corona, DPR RI: Semua Tak Bersahabat Secara Ekonomi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) F-PKB Komisi VI DPR RI Nasim Khan mendorong pemerintah mengambil opsi isolasi wilayah (lockdown) internasional untuk mengerem tersebarnya virus Corona atau Covid-19.

Nasim mengaku, dirinya risau jika kebijakan tegas tak diambil, maka pandemi Covid-19 bisa merajalela dan nyawa rakyat bisa melayang sia-sia.

“Segala komplain disimpan dulu deh, kurangin nyawa melayang sia-sia dulu saja! Selamatkan nyawa rakyat dulu,” ungkap Nasim kepada para wartawan, Jumat (20/3/2020).

Anggota DPR dari Dapil Jatim 3 ini menegaskan, hanya ada dua cara untuk memotong rantai penyebaran pandemi Covid-19.

“Pertama cara cepat berupa lockdown keluar masuk international, dan isolasi penuh. Kedua dengan cara konvensional, slowdown, social distancing,” katanya.

Nasim menyatakan, salah satu dari dua cara ini harus diambil dan kedua cara ini memang tak ada yang bersahabat dengan ekonomi.

“Kedua cara memotong rantai Covid-19 itu tidak ada yang bersahabat dengan ekonomi, kecuali industri alkes terkait,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan, dalam kondisi bahaya virus corona seperti sekarang ini, tidak elok jika memikirkan kondisi ekonomi.

“Sekarang semua orang khawatir ini khawatir itu. Gak ada yang bicara khawatir nyawanya,” tuntasnya.

Diketahui, Hingga saat ini, sudah ada 309 kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia, di mana 29 orang meninggal dunia, dan ada 17 orang yang sembuh.

Selain itu, jika sehari sebelumnya penyebaran Virus Corona hanya terjadi di 15 provinsi, hari ini meluas menjadi 17 provinsi.

Dua provinsi baru yang melaporkan ada kasus Virus Corona adalah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di Provinsi Sultra, jumlah pasien Virus Corona yang dilaporkan hari ini adalah 3 orang, belum ada yang meninggal dan belum ada yang sembuh.

Di Provinsi Sulsel, jumlah pasien Virus Corona yang dilaporkan hari ini adalah 2 orang, belum ada yang meninggal dan belum ada yang sembuh.

“Angka ini dinamis dan setiap saat bisa bertambah,” ujar juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60