Cegah Paham Ekstrimisme, Habib Syakur: Praktikkan Moderasi Beragama di Kehidupan Sehari-hari

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengingatkan bahwa paham ekstrimisme, radikalisme, dan intoleransi masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Karena itu, Habib Syakur mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mempraktikkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik lingkungan keluarga, masyarakat, hingga antar komunitas.

Read More
banner 300250

“Moderasi beragama itu harus kita praktikkan, harus kita utamakan” tegas Habib Syakur saat bincang bersama RRI bertajuk “Sejumlah Teroris Ditangkap Polisi, Komitmen Jaga Indonesia dari Terorisme” pada Minggu (21/11/2021).

Mengapa mempraktikkan moderasi beragama itu penting? Habib Syakur menyebut demi mencegah serta mengikis tumbuh-kembangnya paham-paham ekstrimisme, radikalisme, intoleransi, hingga terorisme.

Ia pun menampik anggapan negatif yang salah, bahwa moderasi beragama dapat merusak agama agama. Sebaliknya, moderasi beragama ialah cara pandang dalam beragama secara moderat dengan saling menghargai keyakinan yang lain.

“Terlebih di Indonesia, moderasi beragama ini sangat penting diterapkan dengan menjunjung tinggi cinta tanah air, memperkokoh nilai kebangsaan, dan nasionalisme. Artinya, meskipun berbeda dalam berpendapat, tapi tidak keluar dari nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” papar Habib Syakur.

Bagi Habib Syakur, rentetan peristiwa penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, beberapa waktu belakangan ini, menunjukkan bahwa paham-paham ekstrimisme masih berkembang di tengah kehidupan negara ini.

“Disinilah pentingnya melaksanakan moderasi beragama dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, Habib Syakur mengingatkan, kerja sama elemen masyarakat juga sangat penting untuk memastikan lingkungan mereka bersih dari paham-paham ekstrim tersebut. Karena, tugas memastikan lingkungan aman dari paham-paham radikal, tidak cukup hanya diserahkan kepada pemerintah saja.

“Pemerintah bersama elemen masyarakat harus membentuk tim satuan khusus mengawasi dari mulai pemerintah kota/Kabupaten provinsi dan pemerintah desa, mengawasi rakyatnya dengan humanisme, mencegah terjadinya tindakan radikalisme dan Intoleran dan harus diarahkan pada kehidupan yang bertoleransi, dan rakyat harus dibesarkan hatinya,” saran Habib Syakur.

Selain itu, pengamat yang konsern terhadap isu radikalisme ini juga menilai, untuk mengantisipasi paham-paham ekstrim tersebut, semua komponen bangsa harus mempunyai kemampuan menganalisa secara jernih dan teliti tentang kejadian di masyarakat sekitar. Khususnya mencegah oknum-oknum yang memaksa kehendak dalam berkeyakinan atau egoisme dalam beragama.

“Jadi, batasannya itu sangat jelas, hilangkan egoisme dalam beragama, dan antar masyarakat saling menjaga, mewujudkan solidaritas kemanusiaan. Inilah namanya nilai-nilai moderasi beragama,” tandas Habib Syakur.

Related posts