Dampak Wabah Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Dampak wabah virus corona tentunya sedikit banyak akan turut berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Virus corona berasal dari Tiongkok dan Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia, keterpurukan ekonomi di Tiongkok sudah pasti akan berimbas ke Indonesia.

Analis Morgan Stanley memprediksi perekonomian Tiongkok pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 3,5 persen. Padahal pada kuartal IV-2019 masih bisa tumbuh 6 persen. Jika prediksi Morgan Stanley benar, maka terjadi penurunan yang sangat tajam yakni 2,5 persen.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan berpendapat, penurunan ekonomi yang dialami Tiongkok dan negara-negara lainnya tentu akan berdampak pada perekomian Indonesia, di mana tahun 2019 ekonomi Indonesia bertumbuh 5,02 persen, di mana dalam target APBN 2019 dipatok 5,3%, yang artinya antara target dan realisasi ada selisih minus 2.8%.

Demikian disampaikan Heri kepada para awak media melalui Siaran Pers, Senin (2/3/2020).

“Tahun 2020 prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 4,5 persen bisa jadi, realisasinya malah dibawah 4,5 persen, turun dari 2019 yang tumbuh 5,02 persen,” katanya.

Heri mengatakan, adanya virus corona semoga tidak dijadikan aji mumpung untuk menutup kegagalan dan ketidaktercapaian pertumbuhan ekonomi.

“Kebiasan buruk yang selalu menjadikan tameng faktor eksternal sebagai alasan atas ketidak tercapaian pertumbuhan ekonomi. Dulu menyalahkan faktor global, kemudian menyalahkan perang dagang antara AS vs Tiongkok, dan sekarang mau menyalahkan corona,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menuturkan, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi jika tidak disertai pemerataan karena adanya akumulasi modal yang mengakibatkan inefisiensi akan mempercepat kegagalan pembangunan.

“Tentunya perihal ini perlu didukung kebijakan fiskal yaitu tentang pajak dan distribusi pendapatan yang mengurangi kesenjangan, meningkatkan produktifitas dan memacu semangat untuk investasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ujar Heri, dibutuhkan sinergitas dan kekompakan policy-mix antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter secara nyata di lapangan.

“Penerapan kebijakan fiskal yang ekspansif, dengan menetapkan nilai RAPBN 2020 sebesar 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” terangnya.

Heri menyatakan, dari sisi moneter, BI telah menetapkan kebijakan moneter longgar melalui penurunan suku bunga acuan, dengan harapan perbankan merespons dengan menurunkan suku bunga kredit sehingga sektor riil menggeliat.

“Penyaluran kredit yang tepat dan mengendalikan tingkat konsumsi dengan mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ekspor,” urainya.

Heri menilai, secara nyata yang menjadi kunci adalah eksekusi di lapangan, yaitu: bagaimana sektor riil bergerak, manufaktur tumbuh, industri tumbuh, ekspor tumbuh.

“Saat ini ekspor masih didominasi komoditas non-migas yang terkonsentrasi di 10 komoditas utama, menyumbang 57 persen dari total ekspor non-migas,” sebutnya.

Apalagi, tukas Heri, sebagian besar produk ekspor Indonesia masih berbasis buruh murah dan sumber daya alam mentah.

“Padahal, untuk bersaing di pasar global, corak industri harus didominasi oleh tenaga terampil, penelitian dan pengembangan, serta teknologi,” tandasnya.

Anggota DPR RI asal Dapil Jabar 4 tersebut menerangkan, sumbangan manufaktur terhadap PDB dalam lima tahun terakhir merosot dari 25 persen menjadi 19 persen, artinya, Indonesia belum mampu meredam gejala deindustrialisasi.

“Alih-alih menyalahkan corona, tukas Heri, sekarang saatnya Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melakukan koreksi terhadap sejumlah kebijakan yang tidak pro rakyat kecil.

“Tugas pemerintah adalah melakukan kebijakan antisipatif agar bisa meminimalisir dampak corona. Stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter yang berpihak sangat diperlukan untuk tetap menggairahkan perekonomian guna menjaga konsumsi masyarakat sebagai penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. LN-RED

banner 300x250

Related posts

banner 468x60