Debat Pilwali Surabaya, LSM LIRA Soroti Esensi, Urgensi dan Potensi Pelanggaran Pemilu

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Kontestasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya akan memasuki tahapan krusial dalam masa kampanye. Para Pasangan Calon “Paslon” akan diuji dalam rangkaian debat public yang akan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya.

Direncanakan, akan ada tiga putaran debat Pilwali yang akan dilaksanakan oleh KPU, yang dapat ditonton masyarakat di sejumlah stasiun Televisi pada setiap debatnya. Lalu, sebenarnya apa Esensi dan Urgensi dari debat Pilwali bagi masyarakat Kota Surabaya sebelum dilakukan pemilihan pada 9 Desember 2020?

Read More

banner 300250

Jika bertanya mengenai perlu atau tidaknya debat Pilwali, menurut Walikota LSM LIRA Surabaya, Bambang Assraf HS, sejatinya memang perlu diselenggarakan oleh KPU. Sebab, debat Pilwali menjadi parameter publik menentukan kandidatnya layak atau tidak menjadi pemimpin di kota Surabaya dengan segala problematika sebagai kota metropolitan.

“Itu bagian dari ujian kompetensi dan paramater publik layak tidaknya kandidat menjadi pemimpin,” ujarnya,kamis, 15/10).
Untuk lebih lengkapnya, Assraf pun menyebutkan setidaknya ada lima manfaat menyelenggarakan debat Pilwali sebelum waktu pemilihan.

1. Publik bisa memahami dan mengukur kapabilitas individu masing-masing kandidat yang akan berkontestasi.

2. Publik bisa lebih membuka pemikirannya soal plus dan minus kandidat yang akan berkontestasi.

3. Publik juga mendapatkan informasi soal visi,misi dan program-program strategis dari masing-masing kandidat yang akan berkontestasi.

4. Publik bisa menilai, mengelaborasi relevansi kebijakan seperti apa yang ditempuh bila kandidat menang untuk membangun kota Surabaya.

5. Publik bisa menagih janji-janji politik kandidat ketika menang dalam kontestasi Pilwali kota Surabaya.

Intinya kita harus menjadi pemilih yang cerdas berdasarkan hasil pemikiran yang holistic sebelum menentukan pasangan calon “Paslon” mana yang akan kita pilih, jangan sampai kita hanya tergoda oleh gimmick “permainan symbol Jari – Jari saja,” kata Assraf.

Terpisah, terkait potensi pelanggaran tahapan pemilu Abdul Haris,SH. Ketua Satgas Pemantau Independen Pemilu LSM LIRA Surabaya saat kami wawancarai dikantornya Jl.Mastrip 191 gunungsari 15/10 menyatakan bahwah sebagai tim pemantau yang telah mendapatkan akreditasi oleh KPU.

“Kami berkewajiban untuk memastikan seluruh tahapan Pilwali Kota Surabaya berjalan dengan jujur, adil sesuai azas dan ketentuan perundang-undangan.
Khususnya pada pelaksanaan tahapan debat public Pasangan Calon “Paslon”, kami melakukan mitigasi mungkin ada potensi pelanggaran pemilu : Pertama, potensi pelanggaran protocol kesehatan dimasa pandemic Covid-19, Kedua, potensi pelanggaran atribut, Aalat Peraga Kampanye “APK” yang dibawa oleh tim sukses yang diijinkan masuk dalam ruangan debat oleh KPU dan lain sebagainya,” tuturnya..

“Kami akan menyiapkan tim khusus yang professional untuk melakukan pemantauan debat public nanti, seperti halnya tim satgas kami uga menemukan banyak pelanggaran-pelanggaran dalam masa kampanye di lapangan. Alhamdulillah settelah kami lakukan kajian internal dengan tim Analisis dan Evaluasi “ANEV” hasil temuan pelanggaran dilapangan sudah kami laporkan semua ke BAWASLU untuk diproses lebih lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikutip dari situs KPU Kota Surabaya, (14/10/2020) KPU Kota Surabaya Bersiap untuk menggelar Debat Publik dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tahun 2020.
Kesiapan itu dibuktikan dengan pemaparan materi persiapan debat yang disampaikan Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Subairi di depan perwakilan 18 media televisi dalam kegiatan rakor persiapan debat publik.

Dalam paparannya, Subairi menyampaikan pentingnya kesamaan persepsi bagi insan media televisi dalam menyiarkan kegiatan debat publik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tahun 2020 guna mengenalkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

“Hari ini kita menyamakan persepsi terkait dengan debat. kemudian kita nanti sharing bersama dengan pelaksanaan debat yang paling banyak dilakukan sebanyak 3 kali,” jelas Subairi.

Subairi juga menyampaikan debat publik termasuk dalam tahapan masa kampanye yang bertujuan menyebarluaskan mengenalkan paslon yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya tahun 2020.

“Tujuan dari debat publik yakni untuk menyebarluaskan profil, visi, dan misi serta program kerja paslon kepada pemilih dan masyarakat. Tentunya menjadi pertimbangan pemilih untuk menentukan pemilih dengan menggali lebih dalam dan luas setiap tema yang diangkat,” kata Subairi.

Subairi juga menjelaskan, nantinya dalam debat publik akan dibagi menjadi 6 segmen per debat. Selain itu, akan ada 7 tema yang akan dimunculkan dalam debat paslon. Tema pertama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kemudian memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tema keempat adalah menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan nasional, memperkokoh NKRI dan Kebangsaan, dan yang terakhir adalah tema kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60