Deklarasi dan Pelantikan DPP LANA, Jusuf Rizal: LANA Dibentuk Sebagai Upaya Membuat Indonesia Bersih Narkoba dan Aids

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, Lira News –LANA (Lembaga Anti Narkoba dan Aids) dibentuk untuk merespon penyalahgunaan narkoba serta penularan HIV AIDS di Indonesia yang semakin memprihatinkan sampai ketingkat desa-desa.

“LANA dibentuk untuk merespon perkembangan di masyarakat, bahwa pengguna narkoba semakin banyak, peredarannya semakin massif, bahkan sampai ke desa-desa. Kemudian jenis-jenis narkoba juga bertambah mencapai sekian ratus jenis,” ujar pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasihat LANA, HM. Jusuf Rizal dalam sambutannya pada acara deklarasi dan pelantikan LANA di Jakarta, Minggu (14/3/2021).

Read More

banner 300250

Terbentuknya LANA, terangnya, merupakan entitas mandiri yang lahir dari Rahim LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Jusuf Rizal menegaskan, selain penyalahgunaan Narkoba, penularan HIV AIDS juga menjadi problem bangsa yang sama beratnya.

“AIDS ini tak kelihatan, tapi terus bergerak menggerogoti. Penyakit ini hadir di 10 provinsi, dan yang terbesar di Bali dan DKI Jakarta. Ini terkait dengan pola hidup masyarakat dengan penyimpangan seksual juga,” jelas Presiden LSM LIRA ini.

Dengan alasan itu, kata Jusuf Rizal, maka dibentuklah LANA, sebagai upaya membuat masyarakat sejahtera dan Indonesia bersih tanpa narkoba.

Salah satu yang spesial dari LANA ini, kata Jusuf Rizal, adalah terpilihnya perempuan sebagai pimpinan. Yakni Ketua Umum HJ. Jihan Savitrie, SE, SH. Sekjen Ranti E. Tanjung SE, serta jabatan-jabatan strategis lainnya yang diisi perempuan.

Jusuf Rizal mengatakan bahwa hal ini didasari keinginan memberi peran kepada perempuan menjadi pemimpin masa depan.

“Kenapa perempuan didahulukan, karena dampak narkoba banyak dirasakan perempuan, para ibu-ibu. Ketika suami terkena nerkoba maka anak-anak ikut terdampak dan ibu jadi sedih. Akan lebih efektif kalau melawan penyalahgunaan narkoba dan AIDS dimulai dari keluarga,” lanjut Jusuf Rizal.

Pria berdarah Batak Madura ini mengingatkan langkah-langkah melawan Narkoba tak bisa hanya dikerjakan sendiri oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Perlu kerjasama dan peran aktif berbagai pihak agar efektif.

“BNN enggak bisa kerja sendiri. Dia jadi menara gading kalau sendirian. Maka LANA penting mengambil peran itu,” ungkap Jusuf Rizal yang aktivis Pekerja dan Buruh, Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI itu.

Sebagai sosok yang sudah hampir 20 tahun bergerak dalam kegiatan anti-narkoba, Jusuf Rizal menuturkan bahwa pernah ada target pada 2015 Indonesia bersih narkoba. Namun target itu jauh dari harapan.

“Yang terjadi bukan bersih narkoba, tapi narkoba malah tambah mengkhawatirkan lagi. Sebab Indonesia market besar. Narkoba dan AIDS itu satu saudara,” jelas Jusuf Rizal yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin, The President Center itu.

Secara khusus, Jusuf Rizal menyoroti peredaran narkoba di DKI Jakarta, karena tergolong paling tinggi dan jumlah korban neninggalnya juga banyak. Karena itu, ia mengingatkan BNN perlu bekerjasama dengan LANA kedepan. Kemudian LANA juga akan segera mendaftar ke Kesbangpol supaya lebih cepat bergerak.

Selain LANA yang memang khusus fokus dalam penanganan Narkoba dan AIDS, Jusuf Rizal sudah membentuk Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) agar upaya melawan narkoba dan AIDS semakin bergaung. “Saya juga bentuk PWMOI yang bisa juga ambil peran bersama LANA, agar semakim besar,” tegas Ketum PWMOI itu.

Deklarasi LANA juga dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri, Ahli Madya BNN Ridwan Arif, Ketua Forum Lintas Ormas H. Zaini, serta aktivis Pekerja dan Buruh Dedi Sudarajat, serta para tokoh dan aktivis lainnya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60