Deklarasi KAMI, Din: Kapal Besar Indonesia Telah Goyang Dan Hampir Karam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews — Sejumlah tokoh yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat peduli masa depan negara dan bangsa mengadakan pertemuan di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/20) sore. Para tokoh dan akademisi nasional resmi mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Hadirnya sebuah gerakan masyarakat ini untuk menyelamatkan Indonesia di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini.

Sejumlah tokoh nasional yang vokal mengkritisi pemerintahan kabinet Presiden Joko Widodo mulai dari akademisi Rocky Gerung, mantan Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin, Politisi PBB Ahmad Yani, Pengamat Politik Refly Harun, mantan Wakil Ketua KPK Abdullah Hehamahua, Said Didu, perwakilan NU, pengamat ekonomi, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka bersepakat mengklaim kondisi bangsa sedang terpuruk.

Read More

banner 300250

Menurut beberapa tokoh yang hadir mengatakan Indonesia segera diselamatkan dari ketidak tanggapan pemerintah atas masa depan Indonesia dengan serangan badai Covid dari keterpurukan ekonomi.

Din Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan, kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Untuk itu perlu gerakan menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja karena kena PHK.

Berkumpulnya sejumlah tokoh nasional ini adalah untuk meluruskan kiblat bangsa Indonesia agar tidak melenceng terlalu jauh dari arah cita-cita nasional seperti yang disepakati oleh pendiri bangsa dahulu.

“KAMI, pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu, kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” ujar Din saat deklarasi.

Baginya gerakan moral ini bisa menjadi sebuah jalan alternatif untuk memberi masukan yang baik bagaimana berbangsa dan bernegara dengan meninggalkan berbagai kepentingan politik yang membuat negara ini tersandera dalam kepentingan kekuasaan.

””Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia belum dideklarasikan hari ini, nanti perlu bersama-sama semua pendukung yang bersetuju tentu ada kesepakatan kita rumuskan apakah namanya deklarasi, maklumat, Piagam, petisi, pernyataan, keprihatinan untuk menyelematkan Indonesia,” katanya.

Din Syamsudin menjelaskan, masih banyak tokoh lain yang mendukung KAMI tapi belum bisa hadir. Misalnya Gatot Nurmantyo, Rachmawati Soekarnoputri hingga Rizal Ramli. Ia mengatakan, tokoh-tokoh ini bakal hadir dalam acara KAMI selanjutnya. “Saya yakin ormas-ormas Islam juga bersepakat, belum ada yang mewakili, mungkin saya sebagai ketua Wantim MUI begitu pula ormas atau majelis agama lain semuanya tadi pagi menghubungi,” kata Din.

Beberapa hal yang mendasari lahirnya kelompok ini, kata Din, seperti adanya pembahasan untuk berbagai aturan yang dianggap menyimpang. Mulai dari UU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Minerba, hingga Omnibus Law.”Permintaan kita, outputnya nanti jangan ada produk hukum dan perundang-undangan yang menyimpang dari UUD 1945,” tuturnya.

Namun Din menampik jika acara itu disebut deklarasi pendirian KAMI. Pihaknya masih bersiap untuk mengumpulkan orang, memetakan permasalahan, dan baru akan mendeklarasikannya pada pertengahan Agustus mendatang.

Mengenai ketidakhadiran sejumlah tokoh dalam acara itu, Din Syamsudin menjelaskan bahwa Gatot Nurmantyo, Rahmawati Soekarnoputri, Rizal Ramli, dan Kwik Kian Gie telah menghubunginya melalui telepon. “Mereka mendukung KAMI tetapi hari ini tidak bisa hadir karena ada halangan,” ujar Din.

Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ini rencananya akan dilanjutkan dengan deklarasi resmi sebagai momentum anak bangsa menyelamatkan Indonesia. Rencananya KAMI akan mendeklarasikan diri sebagai sebuah organisasi independen pada tanggal 17 atau 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi sebagai simbol dan upaya untuk mengembalikan arah negara sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa.

Sementara itu, mantan Sekretaris BUMN Said Didu mengajak para birokrat pemerintah, profesional, dan akademisi untuk bergabung bersama-sama menyelamatkan Indonesia.

Ia mengkritik soal kebijakan pemerintah di sektor BUMN. Said berharap BUMN dapat menyelamatkan Indonesia, dan bukan untuk kepentingan kekuasaan semata. Apalagi, menurut Said, saat ini arah pembangunan Indonesia sudah tak sesuai dengan tujuan awal yang ada. Untuk itu, ia berharap seluruh pihak dapat bekerja secara profesional.

“Saya tahu teman-teman saya di birokrat dan BUMN mereka juga merasa sudah capai terlalu beloknya arah pembangunan negara ini dari cita-cita sebenarnya.
Saya hanya berharap para birokrat profesional teman-teman di BUMN terpanggil untuk menyelamatkan Indonesia karena Anda tanggung jawabnya sangat besar. Berhentilah menjadi manusia-manusia pembenar tapi jadilah manusia penegak kebenaran di tempat kerja masing-masing. Mari jadi pengawal kebenaran untuk masa depan bangsa. Jangan jadi pengkhianat kebenaran,” kata Said.

Dalam kesempatan yang sama, Refly Harun mengatakan, pembentukan KAMI dilakukan lantaran pemerintah dianggap belum dapat memenuhi seluruh hak konstitusional masyarakat. Yaitu, melindungi, mencerdaskan, hingga mensejahterakan bangsa.

“Negara abai melaksanakan tugasnya karena kalau kita sudah terlindungi kita sudah cerdas kita sudah sejahtera maka tidak perlu lagi orang turun ke jalan. Tidak perlu lagi orang buat KAMI lagi dan sebagainya,” ucap Refly.

“Tetapi karena pemerintah atau penguasa belum mampu atau tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya maka kemudian jangan salahkan kalau komponen masyarakat memenuhi hasrat dan keinginannya sendiri tentu dengan jalan yang konstitusional juga,” imbuhnya.

Apalagi, kata Refly Harun, apabila pemerintah dianggap belum mampu menjalankan tugasnya, maka alternatif yang muncul yakni partisipasi masyarakat. “Dalam sejarahnya kadang-kadang tidak setiap penguasa ataupun pemerintah itu mampu menjalankan tugas konstitusionalnya, karena itu, kemudian harus ada alternatif lain. Nah alternatif lain salah satunya adalah partisipasi warga masyarakat,” tutup Refly.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, pertemuan ini untuk mengadu gagasan dalam upaya mengatasi masalah bangsa. Menurut dia, forum ini bertujuan untuk menyelamatkan Indonesia.

“Merupakan kecambah perubahan politik dan kecambah itu adalah pikiran dan gagasan, karena rezim ini adalah rezim yang anti gagasan dia pakai politik melalui fasilitas buzzer, yang merupakan bagian buruk dari orang bodoh” kata Rocky Gerung dalam sambutannya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60