Demo Kejari Simalungun, LSM LIRA: Tidak Serius Tangani Kasus Proyek Jembatan Roboh

  • Whatsapp
banner 468x60

Simalungun, LiraNews – Massa LSM LIRA saat Demo di Kejaksaan Negeri

Simalungun dari Kec Ujung padang kab. Simalungun, dimana roboh nya jembatan tersebut membuat kepanikan.
Massa LSM LIRA saat Demo di Kejaksaan Negeri Simalungun.

Read More

banner 300250

Adanya laporan LSM LIRA sudah tiga bulan sejak dilaporkan soal proyek dan peningkatan jalan yang biayanya sebesar Rp 13.936.004.000. bangunan tersebut roboh ( hancur).

Bupati LIRA, Hotman Petrus Simbolon sebagai pimpinan orasi, mengatakan, terbilang masih baru selesai terlaksana pekerjaan itu berkisar di bulan Maret 2019. Roboh dan hancurnya pembangunan jembatan itu bukan akibat musibah alam.

“Aneh rasanya, jika L LIRA tidak menyakini Kejari Simalungun memiliki kemampuan membongkar dan membawa kasus ini kepengadilan jika ada dugaan korupsi,” cetus Hotman.

Untuk mempertanyakan perkembangan laporan tersebut, LSM LIRA menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Simalungun, Jalan Asahan KM 4,4, Kabupaten Simalungun, Selasa (25/08/2020) sekira pukul 10.00 wib.

Massa LSM LIRA saat Demo di Kejaksaan Negeri Simalungun menyakini kurang tegasnya Kejari Simalungun untuk menuntaskan kasus korupsi di Simalungun.

Seperti disampaikan Bupati LIRA Hotman Petrus Simbolon dalam orasinya mengatakan, besar biaya Rp 13.936.004.000.00 maka LIRA akan laporkan kasus ini kepada yaitu, Janwas, Jaksa Agung Muda Pengawas, Komisi III DPRI, Ombusman, KPK.

Menurutnya, proyek pembangunan itu telah melewati masa pemeliharaan dan kini sudah ambruk dan hancur.

“Hasil analisis dan investigasi lapangan, proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai bestek, dari mulai penggalian pondasi, pembesian tidak sesuai teknisi struktur. Kedalaman pondasi tidak sesuai bastek / ukuran mengakibatkan penurunan tanah, sehingga beban ya tidak rata mengakibatkan oleng dan lepas dari siku sudut abudmen dan mengalami lepas bentangan lantai jembatan sehingga ambruk. Di kerjakan abal-abal dan asal siap jadi,” sebut Hotman Simbolon.

Pantauan di lokasi massa dari LSM LIRA bersama masyarakat yang tergabung di dalam aksi itu sempat memaksa masuk untuk bertemu bertemu pimpinan tertinggi Kejari Simalungun, namun gagal.

Pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Bangun dan juga personil Polres Simalungun berhasil mecapai kesepakatan dan pihak kejaksaan bersedia menerima perwakilan pendemo sebanyak enam orang, untuk menyampaikan aspirasi yang mereka miliki kepada Kejari Simalungun. LN-IB

banner 300x250

Related posts

banner 468x60