Democratic Resilience : Menstimulasi Baby Zoomers, Relawan Demokrasi Pilwali Surabaya 2020

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – 9 Desember 2020 akan menjadi salah satu hari penting pada tonggak sejarah “milestone” kedewasaan berdemokrasi kita sebagai bangsa yang demokratis. Ujian kedewasaan kita kembali akan diuji dalam gelaran pesta demokrasi PILKADA Serentak tahun ini.

Pada Desember 2020, pilkada akan dihelat serentak di 270 daerah, 9 di antaranya merupakan pemilihan tingkat provinsi dan 261 kabupaten/kota. The Show Must Go On “pertunjukan harus terus berlangsung” inilah salah satu sikap tegas pemerintah dan DPR-RI setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat / RDP menjawab banyak saran dan kritik dalam melaksanakan hajatan PILKADA serentak dalam suasana pandemic COVID-19.

Read More

banner 300250

Tampaknya “istana dan senayan” kompak satu suara untuk melaksanakan PILKADA dengan standar protocol kesehatan COVID-19 yang ketat untuk meminimalisir munculnya cluster-cluster baru penularan corona dimasa pandemic.

Meskipun pada kenyataannya sejak tahapan kampanye yang dimulai pada tanggal 26 september banyak PASLON dan Tim Sukses melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Mengutip dari data BAWASLU-RI, kembali memperbaharui data pengawasannya terkait pelaksanaan kampanye Pilkada serentak 2020. Dari data hingga hari ke-10, kampanye tatap muka dengan pertemuan terbatas masih menjadi metode yang paling diminati.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menyampaikan bahwa berdasarkan data dari 270 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, Bawaslu mendapati kampanye tatap muka masih diselenggarakan di 256 kabupaten/kota (95 persen). “Hanya 14 kabupaten/kota (5 persen) yang tidak terdapat kampanye tatap muka pada 10 hari pertama tahapan Kampanye,”.

Dari 256 Kabupaten/Kota yang menggelar pertemuan tatap muka tersebut, Bawaslu menemukan 237 dugaan pelanggaran protokol kesehatan di 59 kabupaten/kota. Data ini belum termasuk dengan jumlah potensi dan dugaan pelanggaran pemasangan alat Peraga Kampanye “APK” dan pelanggaran pelanggaran yang lainnya.

Meneropong jauh kedepan dan melihat pelaksanaan PILKADA serentak 2020, penulis merasa perlu mengingatkan Komisi Pemilihan Umum “KPU” untuk lebih bekerja keras meningkatkan tingkat partisipasi pemilih yang terdaftar pada data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). yang masih terus diverifikasi validitasnya.

Mengutip dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah pemilih pada pilkada nanti mencapai 105.584.845 pemilih yang tersebar di 251.883 tempat pemungutan suara (TPS). berdasarkan DP4 yang diserahkan Kemendagri pada Juli kemarin, jumlah pemilih pemula “Baby Zoomers” yang akan menggunakan hak pilihnya dan baru pertama kali mengikuti pemilu sebanyak 3.061.456.256 orang di 270 wilayah yang menggelar Pilkada 2020.

Sehubungan dengan hal diatas, penulis yang notabenenya juga masuk dalam kategori “baby zoomers” merasa perlu menyuarakan aspirasi dan gagasan untuk melibatkan serta meninkatkan tingkat partisipasi pada seluruh tahapan PILKADA serentak 2020. Lebih spesifik menyelam kedalam pelaksanaan PILWALI Surabaya, berdasarkan hasil pemantauan dilapangan faktanya masih banyak “baby zoomers” yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh KPU sebagai pelaksana pemilu dan para PASLON yang sedang berkontestasi di PILWALI Surabaya. Hal ini pasti akan berimplikasi pada munculnya sikap apatis “masa bodoh” dan skeptic “tidak mudah percaya” pada seluruh tahapan PILWALI dan secara otomatis akan berpotensi terhadap menurunnya tingkat partisipasi pemilih pada PILWALI Surabaya apalagi dalam suasana pandemi seperti ini. .

Akhirnya kami sadar untuk memperkokoh Democratic Resilience “ketangguhan demokrasi” : Menstimulasi Baby Zoomers Sebagai Relawan Demokrasi Pada PILKADA Serentak 2020 adalah suatu keniscayaan pada gelaran PILWALI Surabaya. penulis dan tim SATGAS Pemantau Independen Pemilu LSM-LIRA Surabaya yang sudah mendapatkan akreditasi dari KPU berusaha menyampaikan gagasan konkret kita sebagai berikut

Pertama, Kami bersama KPU dan BAWASLU Kota Surabaya menjalin kemitraan strategis untuk memastikan seluruh tahapan PILWALI berjalan demokratis sesuai UU dan PKPU agar tidak terjadi disinformasi dan misspersepsi di masyarakat.

Kedua, bersama KPU kami turut serta mensosialisasikan Gerakan Klik Serentak “GKS” untuk melihat data “baby zoomers” apakah sudah terdaftar menjadi pemilih atau belum, sehingga melalui GKS ini dapat menjadi alat bantu pengecekan data pemilih oleh masyarakat secara mandiri. Masyarakat pemilih dapat melihat data dirinya tersebut dengan mengakses secara daring pada laman https://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Ketiga,, sebagai peran serta masyarakat terhadap pengawasan seluruh tahapan PILWALI Surabaya agar berjalan jujur, adil dan demokratis kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya “baby zoomers” untuk bergabung menjadi “Relawan Demokrasi” dengan SATGAS Pemantau Independen Pemilu LSM-LIRA dengan mengisi formulir pendaftaran secara daring via google formulir di https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdAOxVuZXMv7OZpdi_tn7eOmbEZujUC8jFKATemXdxAgBHWGw/viewform

Secara berkala tim SATGAS bersama tim LBH LSM-LIRA Surabaya akan memberikan edukasi terkait peraturan perundang-undangan dan teknis pemantauan pemilu yang efektif dan efisien.

Keempat, sebagai bentuk tindak lanjut temuan pelanggaran tahapan PILWALI Surabaya masyarakat dapat melaporkan semua temuan secara cepat dan mudah di tautan

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdAOxVuZXMv7OZpdi_tn7eOmbEZujUC8jFKATemXdxAgBHWGw/viewform …. tim SATGAS akan merespon dengan cepat dan professional untuk disampaikan ke BAWASLU.

Akhirnya hanya dengan berpartisipasi secara langsung pada seluruh tahapan pemilu kita bisa menumbuhkan sense of belonging “rasa memiliki dan mengaktifkan political will “kemauan berpolitik” dari sejak dini untuk mewujudkan democratic resilience “ketangguhan demokrasi” di Indonesia khususnya kota Surabaya.

“MENDENGAR MELIHAT DAN BERBUAT”

Fitroh Nadia / Afit,

Anggota SATGAS Pemantau Independen Pemilu LSM-LIRA Surabaya / Presiden BEM Universitas Bhayangkara Surabaya”.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60