Desmond J Mahesa: Pembentukan Pansus Jiwasraya Belum Dapat Dipastikan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengaku, dirinya belum dapat memastikan jadi tidaknya pembetukan Pansus Jiwasraya.

Hal tersebut disampaikan Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/1/2020).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, seandainya partai-partai lain sepakat untuk membentuk Pansus Jiwasraya, maka partainya pasti ikut menyetujuinya.

“Inilah yang jadi soal, pertanyaan kepada pimpinan partai. Kalau saya jadi pimpinan Gerindra ya kalau memang partai-partai lain sepakat untuk buat pansus, ya pertanyaan kalian harusnya jadi pansus,” katanya.

Desmond beranggapan, pembentukan panitia kerja (panja) oleh Komisi VI terkait kasus Jiwasraya ini tidaklah cukup, lantaran Komisi VI hanya membahas Jiwasraya sebagai BUMN, namun tidak ke substansi penegakan hukum.

“Komisi VI berkaitan dengan BUMN, komisi III berkaitan dengan soal penegakan hukum. Dalam konteks ini tentunya melakukan pengawasan terhadap Kejakgung (Kejaksaan Agung -red) dalam penanganan Jiwasraya dari aspek hukum,” tegasnya.

Desmond tidak mau menanggapi informasi yang menyatakan ada intevensi dari pemerintah terkait penolakan pembentukan Pansus Jiwasraya dan hanya dilokalisir hanya panja saja.

“Ini saya tidak paham, terus terang saya tidak terlalu paham. Kita lihat saja perkembangannya,” tandasnya.

Keterlibatan Banyak Pihak

Lantaran diduga melibatkan banyak pihak, termasuk beberapa orang di lingkaran Istana, Desmond berpendapat, Komisi III DPR RI perlu membentuk Panja Jiwasraya.

“Itulah kenapa kita bentuk panja, agak prematur bagi saya bicara tentang hal yang belum dilakukan maksimal atau belum dijelaskan Kejakgung untuk menyikapi ini kan. Kita tunggulah rapat hari ini,” sarannya.

Anggota DPR RI Dapil Banten II ini mengatakan, Komisi III DPR RI tidak memberikan tenggat waktu kepada Kejakgung untuk menuntaskan Kasus Jiwasraya ini, meskipun Jaksa Agung (Jakgung) berjanji, jajarannya sanggup menuntaskan kasus ini dalam tempo 2 bulan.

“Tidak ada tenggat waktu, tapi kalau memang Jakgung sanggup menyelesaikannya dalam tempo 2 bulan itu luar biasa. Semoga bisa terwujud,” tukasnya.

Desmond pun berharap, kasus ini dapat dituntaskan sampai ke akar-akarnya dan jangan sampai hanya dilokalisir pada pihak-pihak tertentu saja.

“Seharusnya kan hukum memang begitu, tidak memandang siapa yang terlibat. Itulah kalau lokalisir itu kayak luka gak tersembuhkan ke depan. Ada fitnah-fitnah,” cetusnya.

Menurut Desmond, Indonesia telah lama terjebak dalam persoalan fitnah dan seharusnya persoalan tersebut dapat disudahi secepatnya.

“Negara inikan sering terjebak persoalan fitnah. Harusnya kan clear agar negara ini lebih baik, agar lebih terbuka, tak ada hal ditutupi, agar masyarakat tak tersakiti gitu,” pintanya.

Agenda Raker Komisi III DPR RI Dengan Jakgung

Ketika ditanyakan mengenai agenda Raker Komisi III DPR RI dengan Jakgung hari ini, Desmond menyatakan, Komisi III DPR RI akan menindaklanjuti pemaparan Jakgung pada Kamis (16/1/2020) kemarin, serta menanyakan perkembangan kasus Jiwasraya.

“Kemarin kan belum selesai baru paparan Jakgung, dan tidak ditindalnjuti oleh kawan kawan untuk bertanya, tentunya yang akan ditanyakan soal Jiwasraya itu adalah apa yang sudah dilakukan,” ungkapnya.

Tentunya, ucap Desmond apa yang dilakukan jajaran Korps Adhyaksa sesuai tidak dengan tupoksi Kejakgung dalam ranah-ranah pidana.

“Hari ini tentu harus lebih jelas lagi semuanya. Karena menurut persepsi kami enak sekali gitu loh. Ada statement dari Menteri BUMN bahwa nasabah-nasabah itu akan dibayar,” tuturnya.

Yang menjadi pertanyaan, tukas Desmond, mengapa hal ini belum juga dapat terselesaikan, padahal begitu banyak bukti yang dapat menjerat para tersangka korupsi di Asuransi Jiwasraya ini.

“Pertanyanyaannya orang ini dipidana dibayar oleh negara, dihukum berapa tahun, mereka menyimpan kekayaan. Mereka salah satu org yang ditahan Kejakgung, sebelum ditahan masih jualan saham berarti ada hal-hal tidak sekedar dari aspek hukum yang belun bisa diselesaikan. Inilah yang akan kita perdalami,” sambungnya.

Desmond menambahkan, apabila jawaban Jakgung dalam raker kali ini kurang memuaskan, maka Komisi III DPR RI berencana akan membentuk Panja Jiwasraya.

“Kalau keterangan hari ini tidak memuaskan teman-teman berencana akan membuat panja,” pungkasnya. LN-RON

Mon Jan 20 , 2020
Jakarta, LiraNews – Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon berharap, pemerintah dapat bersikap tegas baik secara diplomasi maupun secara militer dalam menyikapi sengketa dengan China di perairan Natuna. Hal tersebut ditegaskan Fadli kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/1/2020). “Kalau menurut saya tegas diplomasi harus jalan […]