Diduga Abaikan Instruksi Bupati, Kades Kusubibi Bakal Di Polisikan DPD LSM LIRA Halsel

  • Whatsapp
banner 468x60

Halsel, LiraNews– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM LIRA Kabupaten Halmahera Selatan menuding Kepala Desa Kusubibi diduga mengabaikan Instruksi Bupati Halsel terkait Penghentian Kegiatan Pertambangan Emas di Desa Kusubibi DSK Kecamatan Bacan Barat. Pasalnya atas tindakan kelalaian hingga menyebabkan salah satu Penambang Asal desa Busua Kecamatan Kayoa Barat Inisial AS (30) Meninggal tertimbun longsor di lokasi Tambang Rakyat Desa Kusubibi, Minggu (30/08/2020).

Atas tindakan Kelalaian tersebut Pembina DPD LSM LIRA Halsel, Said Alkatiri menilai kades Kusubibi telah melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018 serta Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang. Pembinaan dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Lanjut Said dalam jangka waktu dekat kami atas nama Lembaga Lira bakal mengambil langkah Hukum terhadap Kades Kusubibi, Karena kades diduga menyalagunakan kewenangan serta memperkaya diri sendiri dengan mengindahkan Instruksi Pemerintah daerah serta masih tetap memberikan ruang kepada penambang dan tidak disiapkan juga peralatan Sefti bagi penambang di Lokasi Tambang Rakyat yang masih ilegal tersebut.

Padahal menurut Said Pemerintah daerah setempat sudah tegas menginstruksikan kepada Kades agar melakukan penghentian Pertambangan emas di Kusubibi dan DSK Kecamatan Bacan Barat.

Terkait Longsor yang terjadi di lokasi tambang rakyat desa kusubibi hingga menyebabkan salah satu Penambang meninggal hal ini dibenarkan Oleh Kapolsek Bacan Barat “Ipda Sardi Yusuf S.Sos ” Saat dikonfirmasi media ini melalui Handphone selulernya,Selasa (01/09/2020).

Menurut Kapolsek bahwa kejadian longsor terjadi pukul 14,00 Wit (Jam 2 Siang) dan waktu itu terjadi hujan deras Hingga terjadi longsor di dua tempat yakni lokasi baru dan lama.

“Untuk longsor di lokasi baru ada kurang lebih 6 Penambang dapat menyelematkan diri, sedangkan dilokasi lama terdapat satu Penambang inisial AS (30) asal penambang dari desa Busua Kecamatan Kayoa Barat Meninggal dunia atas tertimbun reruntuhan Longsor,” beber Ipda Sardi Yusuf.

Lanjutnya, paska kejadian tersebut semua penambang di instruksikan untuk keluar dari lokasi atau mengosongkan lokasi untuk sementara belum ada yang beraktivitas karena kita semua lagi berduka.untuk aktivitas kembali belum bisa dipastikan.

Sementara Kepala Desa Kusubibi ketika di konfirmasi melalui handphone selulernya nomornya sedang di luar jangkauan hingga berita ini tayang. LN-NK

banner 300x250

Related posts

banner 468x60